Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 26/05/2026 08:50 WIB
Foto: Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi saat menyampaikan pemaparan dalam sesi Educational Class di acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berbicara mengenai manajemen risiko skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor 40 tahun yang sedang digodok oleh pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan tenor KPR yang lebih panjang tidak akan seluruhnya dipakai oleh nasabah, tetapi menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Nasabah diperbolehkan untuk melakukan pembayaran di bawah tenor 40 tahun.

"Jadi mungkin pemerintah akan memberikan tenor yang lebih panjang, tapi kan gak mainly semua dipakai 40 tahun ya. Ada yang sesuai kebutuhan lah, 10 tahun, 20 tahun, 15 tahun, 25 tahun," ujar Hery saat ditemui di Kantor Pusat BRI, Senin (25/5/2026).


Menurutnya, para nasabah melunasi KPR dalam waktu rata-rata 10 tahun saja. Maka demikian, perpanjang tenor 40 tahun tidak akan menimbulkan risiko yang besar bagi bank.

"Dan kadang-kadang kalau saya melihat ya pengalaman selama ini kalau KPR di bank itu walaupun kita kasih 25 tahun, 20 tahun, rata-rata 10 tahun udah lunas," tukas Hery.

BRI juga menegaskan bahwa pihaknya melakukan kontrol internal terhadap proses bisnis penyaluran KPR. Dengan demikian, tidak akan terjadi penyimpangan dalam penyaluran KPR.

"Jadi semua proses bisnis yang kita jalankan itu tentunya ada internal controlnya, ada compliance-nya, ada auditnya. Jadi audit akan memastikan bahwa setiap simpul tadi itu semua berjalan sesuai dengan prosedur yang ada. Saya rasa itu. Kalau nggak dijagain ya, nanti bisa belok kiri bisa belok kanan," tutur Hery.

Hal ini ia sampaikan usai bertemu dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, membahas penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi serta KUR pemilikan perumahan atau KPP.

Dalam kesempatan itu, Maruarar menyebut BRI telah merealisasikan KPP sebesar Rp9,21 triliun atau 76% dari total plafon Rp12 triliun. Jumlah itu setara dengan 54,6% dari total realisasi KPP nasional.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tak Hanya Rumah, BTN Bidik Layanan Keuangan Yang Menyeluruh