MARKET DATA

Saham Emiten Batu Bara Ini ARB Usai Kena Tendang FTSE

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
25 May 2026 14:40
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) anjlok hingga menyentuh batas bawah atau Auto Rejection Bawah (ARB) usai FTSE Russell mengumumkan hasil tinjauan kuartalan atau quarterly review untuk FTSE Global Equity Index Series (GEIS) edisi Juni 2026.

Berdasarkan pengumuman FTSE Russell, saham DAAZ keluar dari kategori Micro Cap, bersama dua emita lainnya, yaitu PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Saham DAAZ pada perdagangan siang ini anjlok 14,12% le level Rp 1.460 per saham dengan kapitalisasi sebesar Rp 2,92 triliun. Saham tersebut juga anjlok lebih dalam dalam sejak sepekan lalu yang terjun 28,4% dan 37,8% selama sebulan.

Perubahan hasil review ini akan efektif berlaku pada Senin, 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

FTSE Russell juga menegaskan bahwa perubahan hasil review masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026. Setelah 8 Juni 2026, keputusan tersebut akan dianggap final dan perubahan lanjutan hanya dilakukan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan recalculation FTSE Russell.

Sebagai informasi, dalam pengumuman sebelumnya, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.

"Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026," tulis pengumuman resmi tersebut.

Kebijakan "harga nol" ini diambil karena FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.

Kebijakan harga nol umumnya dilakukan oleh FTSE atas saham-saham perusahaan bangkrut yang masih ada di indeks atau saham yang lama mengalami suspensi atau terkena dampak sanksi sehingga sulit diperdagangkan.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026


Most Popular
Features