Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 25/05/2026 07:00 WIB
Foto: Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham Indonesia mulai menurun menjelang perubahan indeks MSCI yang akan berlaku efektif pada akhir Mei 2026. Pada perdagangan sepekan 18-22 Mei 2026, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp809,1 miliar di pasar reguler.

Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan periode-periode sebelumnya yang masih mencatat arus keluar dana asing dalam skala triliunan rupiah. 

Sebagai perbandingan, pada 27-30 April 2026, arus keluar dana asing bahkan sempat mencapai sekitar Rp5,5 triliun di pasar reguler.


Pada periode 4-8 Mei 2026 investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp2,4 triliun di pasar reguler dan meningkat menjadi Rp3,2 triliun pada 11-13 Mei 2026.

Adapun berdasarkan data Bursa, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp1,03 triliun. Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp624 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp589,1 miliar.

Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mencatat net sell Rp516,6 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp438,7 miliar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp398,9 miliar.

Berikut daftar saham dengan net sell asing terbesar pada 18-22 Mei 2026:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,03 triliun
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp624 miliar
  3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp589,1 miliar
  4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp516,6 miliar
  5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp438,7 miliar
  6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp398,9 miliar
  7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp397,3 miliar
  8. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp314,2 miliar
  9. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp262,7 miliar
  10. PT Astra International Tbk (ASII) Rp225,2 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 8,35% sepanjang perdagangan 18-22 Mei 2026 ke level 6.162,045. Pelemahan ini menjadikan IHSG sebagai salah satu indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia dan ASEAN dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar bursa juga menyusut 10,07% menjadi Rp10.635 triliun dari sebelumnya Rp11.825 triliun.

Saham-saham konglomerasi Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama IHSG pekan lalu. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 53,49% dan menjadi laggard terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 47,55 poin. Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 47,34% serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang merosot 23,44%.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian bursa justru naik 15,68% menjadi Rp21,77 triliun. Namun frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,36 juta kali transaksi.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Diterjang Aksi Jual, IHSG Sempat Koreksi Lebih Dari 4,6%