MARKET DATA

Dorong Keberlanjutan, Kualitas Tambang Vale Ikuti Standar Global

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
23 May 2026 13:37
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto buka-bukaan soal isu pertambangan yang kerap di narasikan destruktif, sehingga banyak mendapat sorotan. Padahal, ia menilai pertambangan sebagai tulang punggung peradaban dan dari seluruh daratan yang digunakan untuk pertambangan kurang dari 1%.

Khusus untuk nikel dan beberapa mineral lainnya bahkan banyak yang digunakan untuk mendorong transisi energi dengan tujuannya baik.

Seperti diketahui, nikel digunakan sebagai bahan baku utama katoda baterai kendaraan listrik atau EV dan sistem penyimpanan energi terbarukan serta sebagai material infratruktur turbin angin dan jaringan tranmisi yang efisien.

"Saya berani sampaikan ke publik nikel yang diproduksi Vale ini sustainable nikel," ujarnya dalam Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026).

Indonesia sendiri lanjutnya sangat diberkahi karena punya banyak deposit nikel dan no 1 di dunia. Sehingga bagaimana saat ini negara dan pelaku industri bisa konversi deposit yang besar itu jadi bernilai dan bertanggung jawab.

Menurutnya dalam beberapa tahun kita berkutat maksimalkan produksi untuk mendapat value besar. Padahal kita harus melihat perkembangan di pasar, teknologi, dan faktanya jika diproduksi besar juga bisa menyebabkan harga nikel turun.

"Jadi sekarang pertanyaan besar itu yang menurut isu paling penting how dan why-nya paling penting menurut saya membantu transisi energi. Dan tujuannya memproduksi nikel bertanggung jawab," jelasnya.

Misal ada produksi kobalt di Konggo, orang menjauhi kobalt karena kampanye tentang kobalt di Konggo itu produksi tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu Vale dinilainya tidak mau seperti itu. Vale sendiri ujarnya selalu menunjukkan tanggung jawab. Vale selalu memposisikan diri tidak hanya jadi produsen tapi jadi leader sustainability biodiversity.

"Saya ingin memposisikan Vale bawa dampak terhadap hutan positif kalau kita buka lahan 1 hektar memperbaiki 1,5 hektar. Kita bilang kualitas tambang Vale jauh lebih baik mengikuti standar nasional dan internasional. Kita yakin nikel yang diproduksi benar-benar bukan hanya komoditas dan ada agenda transisi energi. Gak elok transisi energi tapi kita merusak lingkungan," jelasnya.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Masyarakat Serbu JEC Hadiri Jogja Financial Festival 2026 Hari Kedua


Most Popular
Features