Purbaya Pastikan RI Tidak Akan Mengulangi 1998
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak akan kembali mengulang krisis ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 1998 lalu kendati saat ini nilai tukar rupiah kerap mengalami pelemahan.
Menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir kondisi perekonomian akan melemah. Dirinya optimis, nilai tukar rupiah akan segera kembali ke level menguat.
"Jadi teman-teman enggak usah takut tuh yang ribut-ribut nilai tukar akan jeblok seperti 1998. Iniakan ada supply dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat," ujar Purbaya dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada hari ini, Jumat (21/5/2026).
Purbaya menjelaskan, supply dolar yang akan segera masuk ke Tanah Air akan melalui kebijakan aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan mendorong penguatan pada nilai tukar. Seperti diketahui, pemerintah akan menerapkan aturan baru DHE SDA yang berlaku mulai 1 Juni 2026.
Dia mengungkapkan masyarakat tidak usah ribut-ribut terkait dengan pelemahan nilai tukar ini. Dia pun berpesan kepada para pemegang dolar untuk segera membuang dolarnya.
"Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp 15.000 per dolar AS," tegas Purbaya.
"Kalau kata Presiden selama Purbaya senyum ekonomi bagus nih, senyum terus nih!" ujarnya diikuti tepuk tangan penonton.
Seperti yang diketahui, dalam aturan baru DHE SDA yang tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 itu, 100% dolar milik eksportir nantinya harus diparkirkan ke himpunan bank milik negara (Himbara) dan wajib retensi 30% DHE-nya selama 3 bulan untuk sektor migas dan 100% selama 12 bulan untuk non migas pada rekening khusus.
Purbaya melihat keputusan pemerintah untuk menjalankan aturan DHE ini merupakan langkah yang baik dan tepat. Dia meyakini pasokan devisa akan kembali masuk dengan signifikan pada Juni mendatang.
(haa/haa) Add
source on Google