BSI Pastikan Fundamental Tetap Kuat Meski Saham BRIS Koreksi
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) berbicara mengenai manajemen risiko dari gejolak pasar saham yang berkepanjangan.
Direktur Manajemen Risiko BSI, Grandhis Helmi Harumansyah mengatakan eksposur risiko dari gejolak pasar modal yang berdampak pada BSI, khususnya adalah terkait emas dan suku bunga.
"Jadi kita selalu melakukan yang namanya stress test. Itu kan tools kita untuk me-manage bagaimana eksposur risiko kita bisa dijaga tetap dalam batas-batas yang kita sudah accept," kata Grandhis selepas Launching Statiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jumat (22/5/2026).
Terkait koreksi yang turut meneken saham BRIS, bank syariah terbesar RI itu berupaya untuk tetap menjaga kinerja perseroan. Grandhis menyebut pihaknya memastikan kualitas aset pembiayaan tetap terjaga. Dengan begitu, diharapkan para investor tetap percaya pada saham BRIS.
"Kalau saya dari sisi manajemen risiko, kita memastikan bahwa kinerja perseroan tetap dalam batas-batas risiko yang terjaga. Sehingga nanti akan ter-translate kepada kepercayaan investor terhadap saham kita. Jadi investor kan pasti akan melihat, klien akan melihat kinerja dari perseroan," terang Grandhis.
Lebih lanjut, ia mengatakan BSI terus berdiskusi dengan BPI Danantara serta para pemegang saham BRIS, dalam memenuhi ketentuan free float 15%. Adapun, tingkat free float saham BRIS baru mencapai 9,91%.
"Kalau itu kan kita mengikuti arahan dari Danantara ya sebagai pemegang kuasa pemegang saham. Jadi nanti pasti kita diskusi terus dengan apa namanya, Danantara dan juga para pemegang saham," ucap Grandhis.
Mengingatkan saja, sebagai salah satu bentuk dari reformasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi mengubah aturan saham free float dengan menaikkan batas minimum menjadi 15% dari total saham tercatat. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu (1/4/2026) dan tenggat waktu transisi yang disesuaikan dengan nilai kapitalisasi pasar emiten per 31 Maret 2026.
Sebagai informasi, saham BRIS mengalami koreksi 10,53% dalam sebulan terakhir. Pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5/2026) saham BRIS turun 0,83% hingga akhir sesi 1.
(mkh/mkh) Add
source on Google