Konsolidasi BUMN: 92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 16:50 WIB
Foto: dok PT Pelabuhan Indonesia (Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia — Sebanyak 92 anak perusahaan pelat merah dari tiga BUMN akan dikonsolidasikan. Program perampingan dan transformasi BUMN ini akan dilakukan di bawah pengawasan Badan Pengelola (BP) BUMN dan BPI Danantara.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema transformasi, mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran perusahaan.

"Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).


Salah satu transformasi besar dilakukan di tubuh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Grup. Jumlah entitas usaha Pelindo direncanakan dipangkas dari 41 perusahaan menjadi 24 entitas pada 2026 melalui 17 aksi korporasi strategis.

Transformasi tersebut dilakukan melalui berbagai langkah seperti merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal antar entitas usaha. Pelindo juga disebut akan memperkuat fokus pada core business guna menciptakan struktur korporasi yang lebih efisien serta meningkatkan daya saing sektor logistik dan maritim nasional.

BP BUMN dan manajemen Pelindo telah melakukan pembahasan intensif terkait pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Pelindo memastikan seluruh proses transformasi dilakukan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, serta didukung penuh seluruh insan perusahaan selama masa transformasi berlangsung.

Selain Pelindo, transformasi besar juga berlangsung di PT Perkebunan Nusantara. Jumlah entitas usaha PTPN dipangkas dari 65 perusahaan menjadi hanya 18 perusahaan sebagai bagian dari konsolidasi industri perkebunan nasional.

Menurut Dony, langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan tata kelola yang lebih efektif, operasional yang lebih efisien, sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan di tengah dinamika industri global.

Dalam proses transformasi tersebut, PTPN disebut memperkuat fokus pada bisnis inti, mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta mengonsolidasikan fungsi riset dan pengembangan bisnis perkebunan.

Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga menjalankan streamlining besar-besaran dengan memangkas jumlah entitas usaha dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama.

Program transformasi SIG telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II-2026. Sejumlah langkah strategis dilakukan, mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis.

Dony menilai transformasi tersebut penting untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih agile dan kompetitif di tengah tantangan industri konstruksi dan semen nasional.

Selain fokus pada efisiensi, SIG juga memastikan proses transformasi dilakukan secara prudent dengan melibatkan advisor independen, auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pelaksanaan due diligence untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs