Breaking News! IHSG Anjlok 3,64%, Balik ke 6.000-an
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk pada perdagangan Kamis (21/5/2026) siang dan makin menjauh dari level psikologis 6.100.
Hingga sekitar pukul 13.35 WIB, IHSG terjun 3,64% ke posisi 6.088,22. Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
IHSG sempat menyentuh level terendah harian di 6.083,69, jauh di bawah posisi penutupan sebelumnya di 6.318,50. Sementara posisi tertinggi intraday tercatat di 6.378,81 sebelum akhirnya tekanan jual makin deras.
Nilai transaksi di seluruh pasar sudah mencapai Rp10,74 triliun dengan volume perdagangan 20,86 miliar saham dan frekuensi transaksi menembus 1,38 juta kali.
Mayoritas saham berada di zona merah, dengan 673 saham melemah, hanya 100 saham menguat dan 186 saham stagnan.
Tekanan jual tampak terjadi hampir merata di berbagai sektor, terutama saham-saham big caps dan saham konglomerasi yang sebelumnya menjadi penopang utama pergerakan IHSG.
Secara teknikal, level 6.100 yang sebelumnya menjadi area penyangga penting kini berhasil ditembus, membuka potensi pelemahan lebih lanjut apabila sentimen pasar tidak kunjung membaik.
Pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian global, arus keluar dana asing, serta aksi profit taking yang makin agresif di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir buka suara ihwal amblesnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini hingga bergerak di level sekitar 6.100-an setelah sebelumnya sempat ambles lebih dari 2%
Pandu mengakui, salah satu faktor pendorong tertekannya IHSG pagi ini tak terlepas dari sentimen investor terhadap pembentukan BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia alias PT DSI. Para investor kata dia masih meraba-raba tentang detail kehadiran PT DSI yang jadwalnya akan resmi beroperasi per Juni 2026.
Oleh sebab itu, Pandu memberikan pesan khusus kepada para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pemerintah tidak akan abai terhadap kepentingan para pelaku pasar yang terkait dengan aktivitas ekspor. Menurutnya, badan itu akan beroperasi sesuai kebutuhan pasar.
"Insya Allah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, marketnya penting, optimis secepatnya," tegas Pandu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga telah buka suara ihwal ambrolnya IHSGÂ hari ini. Jatuhnya IHSG sebesar 2% itu dikait-kaitkan publik seiring hadirnya BUMN khusus ekspor, yakni PT DSI.
Menurut Purbaya, sebetulnya masalah itu lebih disebabkan ketidaktahuan pelaku pasar saham terkait manfaat sebetulnya dari BUMN khusus ekspor yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan pasar kan kalau ada ketidakpastian biasanya takut, jual dulu," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kemenko Perekonomian, Jakarta Kamis (21/5/2026).
Purbaya mengatakan, ketika para pelaku pasar mengetahui manfaat sebenarnya dari kehadiran BUMN ekspor itu, seharusnya IHSG justru akan berbalik kencang dalam waktu dekat.
"Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik," tegas Purbaya.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]