IHSG Menguat Pagi Ini, Naik 0,6%

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 09:08 WIB
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (21/5/2026).

IHSG dibuka naik 0,60% atau bertambah 37,78 poin ke level 6.356,28. Sebanyak 295 saham menguat, 96 melemah, dan 568 bergerak stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp333,7 miliar dengan volume perdagangan 493,6 juta saham dalam 40.150 kali transaksi.


Sementara itu BI tercatat menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Mei 2026.

Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Lending Facility menjadi 6,00%.

Keputusan ini mengakhiri periode panjang BI menahan suku bunga. Sebelumnya, bank sentral sudah mempertahankan BI Rate selama delapan bulan beruntun.

"Berdasarkan asesmen menyeluruh ekonomi global dan risiko yang kami sampaikan. Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 50 basis poin menjadi 5,25%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (20/5/2026).

BI menjelaskan, kenaikan suku bunga ini dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global, terutama akibat perang di Timur Tengah. Langkah ini juga diarahkan untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada dalam sasaran 2,5±1%.

Adapun Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dalam sidang paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga defisit APBN 2027 tetap rendah, yakni di kisaran 1,8%-2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Postur fiskal tahun depan dirancang dengan belanja negara yang lebih efisien dan produktif. Belanja negara ditargetkan berada di kisaran 13,62%-14,8% PDB, sementara pendapatan negara akan dioptimalkan pada kisaran 11,82%-12,40% PDB.

"Kita akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini," kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Selain defisit, Prabowo juga menyampaikan sejumlah asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM PPKF 2027. Dokumen ini akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027.

Untuk nilai tukar, pemerintah menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500/US$ pada 2027. Asumsi ini menjadi perhatian karena disampaikan saat rupiah masih berada dalam tekanan berat terhadap dolar Amerika Serikat.

Dari sisi pertumbuhan, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,8%-6,5% pada 2027. Sementara inflasi ditargetkan berada di kisaran 1,5%-3,5%.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Rate Naik 50%, Rupiah Menguat ke Rp 17.600 per USD