XLSmart Buka-bukaan Soal Dividen dan Depresiasi Nyaris Rp 5 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - XLSMART tidak membagikan dividen pada tahun ini. Direktur & Chief Financial Officer XLSMART, Antony Susilo buka suara alasan keputusan perusahaan yang berusia satu tahun itu.
"Jadi begini, teman-teman tahu ya bahwa di peraturan perundang-undangan itu disebutkan bahwa kalau perusahaan mengalami kerugian, maka perusahaan tersebut tidak boleh memberikan dividen," kata Antony dalam press conferece Public Expose RUPST XLSMART 2026, Rabu (20/6/2026).
"Nah, di tahun 2025, XLSMART itu di bukunya mencatatkan kerugian. Makanya di tahun 2026 ini, di rapat umum pemegang saham kita belum bisa memberikan dividen. Mohon maaf kepada para pemegang saham, kita sampaikan bahwa belum bisa memberikan dividen," dia menjelaskan.
Dia menambahkan perseroan telah membagikan dividen spesial dengan nilai hampir Rp 3 triliun pada November 2025. Ini jadi yang kedua sepanjang tahun lalu, dan perusahaan telah memberikan dividen sebelum merger berlangsung.
Kerugian itu disebabkan karena biaya integrasi dan percepatan depresiasi. Dia menjelaskan untuk yang terakhir karena adanya perangkat jaringan yang ada sebelum merger namun kemudian tidak bisa digunakan lagi.
"Nah ini sifatnya non-KAS dan nilainya cukup tinggi mungkin sampai hampir 5 triliun," jelasnya.
Salah satunya adalah pengembalian spektrum 900 MHz milik XL ke pemerintah akibat merger.
Sepanjang 2025 sendiri, kinerja XLSMART yang dinormalisasi masih baik. Misalnya, pendapatannya sendiri bertumbuh 23% menjadi Rp 42,49 triliun dari tahun sebelumnya. EBITDA yang dinormalisasi bertumbuh 13% menjadi Rp 20,138 triliun, dan laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 3 triliun naik 63%.
Dia menjelaskan fokus perusahaan saat ini adalah mengutamakan pengalaman supaya lebih baik. Yakni melalui perluasan jaringan, ekspansi bisnis perusahaan dan layanan digital serta mempertahankan nilai untuk semua pemangku kepentingan.
"Integrasi masih terus berlanjut sampai April 2027, tapi kita berharap bisa kelar lebih cepat, tahun ini bisa lebih cepat bisa selesai. Sehingga dengan begitu, kita bisa fokus untuk meningkatkan profitabilitas kita, baik dari sisi peningkatan pendapatan, menaikkan ARPU, melakukan efisiensi biaya, maupun juga mendapatkan sinergi realisasi terhadap penggabungan tersebut," dia menuturkan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]