Dunia Amburadul, Aliran Modal Asing Keluar RI US$ 800 Juta

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 14:13 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, aliran modal asing tercatat keluar Indonesia sepanjang kuartal I-2026, akibat makin memburuknya ketidakpastian ekonomi global.

Ia mengatakan, total aliran modal asing yang keluar atau outflow mencapai US$ 800 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.

"Perkembangan ini perlu direspons pengutaan sinergi sehingga kinerja neraca pembayaran mendukung stabilitas," kata Perry saat konferensi pers, Rabu (20/5/2026).


Perry mengatakan, perkembangan kondisi global yang makin memburuk ini juga terlihat makin tingginya imbal hasil surat utang negara-negara maju, untuk menyerap aliran modal asing. Akibatnya outflow terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Imbal hasil US treasury 4,66% untuk tenor 10 tahun dan 4,11% tenor 2 tahun pada 19 Mei 2026. Diperkirakan akan anik tinggi didorong defisit fiskal," tegas Perry.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:INDY Terbitkan Surat Utang, Kembangkan Portofolio Bisnis Tambang