IHSG Masih Bearish, Sesi I Terkoreksi 0,6% ke Level 6.332

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 12:48 WIB
Foto: Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berbalik memerah, setelah tadi sempat menghijau. Bak roller coaster, IHSG kini melemah 0,6% ke level 6.332,18 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (20/5/2026).

Sebanyak 521 saham melemah, hanya 165 saham menguat dan sebanyak 128 saham tidak bergerak. Volume perdagangan saham mencapai 27,55 miliar lembar, dengan nilai Rp 13,67 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,6 juta kali.


Sebelumnya, jelang pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan melesat naik 1% ke level 6.430,97.

Adapun pasar merespons negatif pidato Prabowo yang mengumumkan terkait ekspor satu pintu atas sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit. Sebelum terpangkas signifikan pada akhir sesi pertama, IHSG sempat ambruk nyaris 2,5% usai Prabowo mengumumkan inisiasi badan ekspor milik BUMN.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan kontribusi pelemahan terbesar dicatatkan oleh infrastruktur dan barang baku, sementara yang menguat ada teknologi dan finansial.

Saham emiten tambang kompak roktok, khususnya tambang batu bara yang berpotensi terkena imbas aturan baru. Sementara itu, saham-saham emiten emas juga kompak melemah.

Meski sektor batu bara ambruk berjamaah, saham emiten batu bara BUMN Bukit Asam (PTBA) tercatat menguat lebih dari 5% hari ini. 

Emiten yang menjadi pemberat kinerja IHSG hari ini adalah BREN, TPIA, BRPT, AMMN dan BYAN. 

Sejumlah sentimen akan membayangi kinerja pasar modal hari ini, dengan yang paling utama datang dari bank sentral. Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu siang ini (20/5/2026).

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda paling penting yang ditunggu pelaku pasar, terutama di tengah tekanan berat terhadap rupiah dan pasar keuangan domestik.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Tembus Rp 17.650/USD, Suku Bunga BI Ditahan Atau Naik?