Breaking News! IHSG Anjlok 2%
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2% atau 136,33 poin ke level 6.462,91 per pukul 11.11 WIB, Selasa (19/5/2026).
Sebanyak 454 saham turun, 212 naik, dan 293 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 10,61 triliun, melibatkan 17,34 miliar saham dalam 1,26 juta kali transaksi.Â
Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 11.261 triliun.Â
Pada pagi tadi IHSGÂ bergerak dengan volatilitas tinggi. Dibuka turun 0,5% dan sempat menyentuh ke zona hijau.Â
IHSGÂ rontok juga seiring dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Rupiah bahkan kembali menembus level psikologis baru.
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.13 WIB, rupiah melemah 0,34% ke level Rp17.700/US$.
Pelemahan ini berlanjut setelah rupiah sudah dibuka melemah pada awal perdagangan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah berada di level Rp17.650/US$ atau melemah 0,06%.
Tekanan terhadap rupiah terjadi meski indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah. DXY turun 0,11% ke posisi 99,094.
Dalam perkembangan geopolitik terbaru, melalui unggahan di Truth Social, Trump mengatakan para pemimpin militer AS telah diminta membatalkan "serangan terjadwal terhadap Iran besok" setelah adanya permintaan dari pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Trump menyebut kesepakatan masih mungkin dicapai dan akan dapat diterima oleh AS maupun negara-negara Timur Tengah, termasuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Kendati demikian, Trump menegaskan pihak militer tetap diminta bersiap melancarkan serangan skala besar sewaktu-waktu apabila tidak tercapai kesepakatan yang memadai dengan Iran. Kondisi ini membuat pasar masih berhati-hati terhadap potensi eskalasi lanjutan konflik geopolitik di kawasan tersebut.
Di tengah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak global masih ditutup oleh Teheran. Pada saat yang sama, AS juga disebut masih melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]