Jelang Semester I IPO Masih Sepi, BEI Optimis Masih Sesuai Target

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 18/05/2026 19:50 WIB
Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih optimis target perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui penyelenggaraan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) masih sesuai target. Sebagai informasi, BEI menargetkan IPO tahun 2026 sebanyak 50 emiten baru. Jumlahnya hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu yang hanya sebanyak 26 emiten.

"Oh sampai saat ini kita masih sesuai dengan target. Nanti kalaupun ada perubahan nanti kami sampaikan," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Senin (18/5/2026).

Jeffrey menjelaskan, keputusan IPO merupakan keputusan strategis dari masing-masing perusahaan. Pertimbangan perusahaan dalam melaksanakan aksi korporasi tersebut juga berdasarkan banyak faktor, termasuk kondisi pasar.


"Nah tentu dalam kondisi pasar seperti ini ya mungkin ada pertimbangan-pertimbangan tambahan apakah bisa mendapatkan pricing yang optimal, ya apakah apa nanti IPO-nya bisa terserap dengan baik oleh pasar atau tidak. Itu kan tentu menjadi pertimbangan dari calon perusahaan tercatat dan penjamin emisinya ya," jelasnya.

Namun, Jeffrey menilai, proses rencana calon emiten masih tetap berjalan. Harapannya, dapat sesuai dengan jadwal uang telah direncanakan. "Mudah-mudahan akan ada IPO-IPO baru," ucapnya.

Jeffrey menekankan, dalam proses IPO, BEI akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas perusahaan sehingga keberlangsungan pasar modal Indonesia dapat terjaga.

"Tentu kita kita kan sudah sama-sama sepakat bahwa kita akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas ya. Saya kira kesepakatan itu masih berlaku dan masih sama seperti itu," ungkapnya.

Sebagai informasi, sampai dengan 30 April 2026 telah tercatat 1 Perusahaan yang mencatatkan saham BEI dengan dana dihimpun sebesar Rp 0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:MSCI Umumkan Hasil Tinjauan Berkala, 6 Saham Didepak dari Daftar