01:04
Video: Jurus RI Jaga Mesin Pendapatan Negara Sektor Tambang Era Perang
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 5,11% (yoy) pada tahun 2025, industri pertambangan justru mengalami kontraksi sebesar 0,66% seiring dengan melambatnya permintaan komoditas global, anjloknya ekspor dan produksi batu bara nasional.
Menilik kondisi industri pertambangan RI, Tenaga Ahli Profesional Sumber Kekayaan Alam LEMHANAS, Edi Permadi mengungkapkan perkembangan sektor pertambangan RI termasuk soal perizinan hingga produksi tambang mineral dan batu bara nasional.
Diperlukan keseimbangan antara kebijakan sektor pertambangan dengan perkembangan global dalam memaksimalkan kinerja industri pertambangan. Dimana perang Timur Tengah, Ukraina Vs Rusia hingga perang dagang AS dan China menjadi pertimbangan dalam menjaga mesin pendapatan negara yang berasal dari sektor pertambangan sekaligus memastikan keberlanjutan industri tambang.
Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Tenaga Ahli Profesional Sumber Kekayaan Alam LEMHANAS, Edi Permadi dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026)
Addsource on Google