DPR Ingatkan Bos BI: Zaman Pak Habibie Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 18/05/2026 14:59 WIB
Foto: Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyampaikan pemaparan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bahwa Indonesia pernah mampu membuat nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam periode krisis, yakni era pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Saat itu, bahkan fundamental ekonomi Indonesia kata dia masih penuh tekanan karena baru diterjang krisis moneter periode 1997-1998.


"Rupiah pernah dalam sebuah sejarah, fundamental ekonomi kita sedang menghadapi tekanan dan kita sedang mengalami situasi krisis yang sangat dalam tahun 1998-1999 rupiah mampu Rp6.000 zamannya Pak Habibie," tegas Misbakhun saat rapat kerja dengan Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Level Rp6.000/US$ ini bahkan kata dia dicapai dari tekanan kurs rupiah yang sempat bertengger di level tertinggi saat itu yakni Rp16.600 hingga Rp17.000 akibat krisis moneter.

"Semua orang menghadapi tekanan pak saat itu bahkan di tengah krisis rupiah kita dalam level yang tertinggi, the highest ever, lalu turun ke Rp 6.000, ini adalah keadaan krisis loh," ungkap Misbakhun.

Oleh sebab itu, Misbakhun menekankan, pelajaran sejarah ini menjadi penting bagi BI untuk menemukan rumusan yang jitu untuk membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat saat ini, setelah terbang melampaui asumsi BI Rp16.200-16.800 dengan rata-rata Rp16.500 pada 2026, yakni Rp 17.660/US$ per hari ini.

"Kesepakatan politik tahun ini reratanya di tahun ini Rp 16.500 ya kan. Mudah-mudahan ada penguatan Juli, Agustus, dan September," tegasnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan