Trump Telepon Manusia Rp 3.000 Triliun Saat di China, Ada Apa?

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 14/05/2026 14:30 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump berjalan bersama Wakil Presiden China Han Zheng saat upacara kedatangan di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, di Beijing, China, 13 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menelepon salah satu orang terkaya dunia, CEO Nvidia Jensen Huang agar ikut bergabung dalam lawatannya ke China pekan ini. Langkah itu langsung memicu perhatian pasar karena menunjukkan betapa strategisnya posisi Nvidia di tengah perang teknologi AS-China.

Sebagai informasi, Huang merupakan orang terkaya ke-7 di dunia. Forbes mencatat hartanya mencapai US$ 194,9 miliar atau Rp 3.410 triiun (kurs Rp 17.500).

Adapun CNBC melaporkan Huang awalnya tidak masuk dalam rombongan pebisnis Amerika yang dibawa Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping pada Kamis dan Jumat waktu setempat.


Namun setelah media ramai memberitakan absennya bos Nvidia tersebut, Trump disebut langsung menghubungi Huang dan memintanya ikut dalam delegasi. Sumber CNBC menyebut Huang kemudian terbang ke Alaska untuk bergabung dengan Air Force One menuju China.

"Jensen menghadiri summit atas undangan Presiden Trump untuk mendukung Amerika dan tujuan pemerintahan," kata juru bicara Nvidia, dikutip dari CNBC.com, Kamis (14/5/2026).

Trump juga mengonfirmasi keberadaan Huang di Air Force One melalui media sosialnya. Ia membantah laporan bahwa CEO Nvidia tidak diundang dalam perjalanan tersebut.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan salah satu permintaan utamanya kepada Xi adalah membuka akses yang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan Amerika di China.

Oleh karena itu kehadiran Huang dinilai penting karena Nvidia kini berada di pusat persaingan teknologi antara AS dan China, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah AS memperketat pembatasan ekspor chip AI canggih ke China. Chip Nvidia sendiri menjadi komponen vital untuk pengembangan model AI, data center, hingga komputasi tingkat tinggi.

Di sisi lain, China tengah mempercepat pengembangan chip domestik dan model AI lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi Amerika. Beijing juga mulai mendorong perusahaan lokal memakai alternatif GPU buatan dalam negeri.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Cara Bisnis Olahan Kacang Ekspansi Ke ASEAN Saat Daya Beli Turun