Video

Video: 6 Saham RI Keluar Dari Global Standar Indeks MSCI, Apa Efeknya?

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Rabu, 13/05/2026 16:38 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- MSCI masih memasukkan Indonesia ke dalam jajaran Emerging Market dengan mengeluarkan sekitar 19 saham dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026. Meski demikian, keputusan MSCI ini masih direspons negatif oleh pasar dan mendorong pelemahan IHSG ke level 6.700 dan Rupiah melemah ke Rp 17.500 per Dolar AS.

Ekonom Center of Reform on Economisc (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai keputusan MSCI sebagai sinyal serius bagi pasar karena menghapus 6 saham dari MSCI Global Standard dan 13 saham dari global small indeks serta tidak ada penambahan saham baru.

Hal ini didasarkan isu struktural bursa saham RI terkait High Shareholder Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, rendahnya free float beberapa emiten serta transparansi data kepemilikan yang belum memadai. Sentimen ini mendorong capital outflow di pasar modal dan bagi investor global keputusan MSCI ini menjadi kekhawatiran terhadap aksesibilitas dan tata kelola pasar modal RI sehingga meningkatkan risk premium dan mengurangi alokasi jangka panjang.

Dari sisi pelaku usaha, Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Ajib Hamdani memandang rebalancing MSCI ini mendorong berlanjutnya potensi capital outflow.

Dunia usaha mendorong komitmen otoritas bursa untuk mempercepat transformasi pasar keuangan utamanya terkait free float saham serta Ultimate Beneficial Owner (UBO) untuk menopang penguatan pasar modal RI. Bahkan Apindo berharap dukungan langsung dari Presiden untuk hadir di bursa sebagai dukungan bagi reformasi pasar keuangan.

Seperti apa dampak rebalancing MSCI? bagaimana upaya perbaikan yang diperlukan? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Ajib Hamdani dan Ekonom Center of Reform on Economisc (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 13/05/2026)

Add as a preferred
source on Google

Related Videos
Popular Videos