MARKET DATA

Valuasi IHSG Murah, Bos OJK Sebut Momentum Baik Bagi Investor

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
13 May 2026 17:20
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat menyampaikan Konferensi Pers Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Pusp
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat menyampaikan Konferensi Pers Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Price to Earning Ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia berada di level 16 kali. Angka ini dinilai lebih murah dibanding bursa saham regional dan momentum potensial bagi investor Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, valuasi rata-rata saham di Indonesia saat ini lebih murah. Kondisi tersebut terjadi seiring pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari posisi tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai pada awal 2026.

"Secara peer regional PER saham kita sudah di bawah PER Rata-rata bursa lainnya di rata-rata 16 kali. Jadi kami berharap investor selektif memanfaatkan momentum untuk masuk ke pasar dan memilih saham terbaik," ungkap Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (13/6/2026).

Dari sisi pergerakan harga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada perdagangan Rabu (13/5) pagi. Pada pukul 09.00 WIB IHSG babak belur 1,33% atau 91,03 poin ke level 6.767,87. Volume transaksi tercatat mencapai 520 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp 290,312 miliar.

Hasan mengatakan, pergerakan pasar usai pengumuman review MSCI masih berada dalam kondisi wajar. Saham-saham yang terdampak pun tidak ada yang menyentuh auto rejection bawah (ARB) atau batas penurunan harga terendah (ARB).

"Nah ini juga kami konfirmasi, kalau kami lihat sebetulnya per hari ini dengan seluruh dinamika yang ada termasuk apa yang terjadi secara geopolitik di regional global maupun apa yang terjadi di domestik," ucap Hasan.

Menurutnya, frekuensi, volume, dan nilai transaksi perdagangan relatif baik dan tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kondisi tersebut mencerminkan tidak adanya panic selling atau tekanan jual satu arah karena aksi pelepasan saham masih diimbangi oleh kekuatan beli di pasar.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Rilis 2 Strategi Khusus Pasar Modal RI, Ini Isi Lengkapnya


Most Popular
Features