Breaking News! IHSG Lanjut Koreksi, Anjlok 2% di Sesi 2

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 12/05/2026 14:08 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi semakin dalam pada sesi 2 hari ini, Selasa (12/5/2026).

Per pukul 14.03 WIB, IHSG turun 138,18 poin atau 2% ke level 6.767,44. Sebanyak 558 saham turun, 159 naik, dan 242 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 9,4 triliun, melibatkan 21,85 miliar saham dalam 1,76 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar ikut merosot menjadi Rp 12.016 triliun. 


Pada akhir sesi 1, secara sektoral, sektor teknologi menjadi penekan terbesar dengan koreksi mencapai 5,07%, disusul utilitas -2,59% serta kesehatan melemah -2,09%.

Kinerja saham RI sejalan dengan pergerakan bursa di kawasan Asia-Pasifik di mana mayoritas indeks acuan bergerak di zona merah. Namun demikian kinerja IHSG tercatat menjadi salah satu yang terburuk hari ini, dengan hanya indeks KOSPI Korea Selatan yang mencatatkan pelemahan lebih besar dari IHSG atau mencapai lebih dari 3%.

Senada bursa Eropa juga diharapkan dibuka di zona merah dengan sejumlah sentimen negatif masih terus membayangi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dan wait and see menjelang pengumuman review MSCI yang dijadwalkan hari ini. Pasar khawatir Indonesia kembali mengalami penurunan bobot dalam indeks global MSCI, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing.

Menjelang pengumuman tersebut, regulator hingga pelaku pasar kompak menilai reformasi pasar modal Indonesia memang berpotensi memicu tekanan jangka pendek, namun diyakini akan berdampak positif dalam jangka panjang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI, sembari menegaskan langkah reformasi pasar modal yang dilakukan regulator merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas pasar.

"Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. Tapi Insya Allah long term gain," ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Bursa Efek Indonesia mengakui adanya potensi penurunan bobot Indonesia di MSCI dalam jangka pendek apabila tidak ada saham baru yang masuk indeks.

"Kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, dalam jangka pendek mungkin saja bobot Indonesia turun. Tetapi itu adalah short term pain untuk long term gain," ujar Jeffrey.

BEI menegaskan reformasi pasar modal akan terus dilanjutkan, termasuk mendorong peningkatan free float emiten agar memenuhi standar global.

Sementara itu dana asing masih mengalir keluar dari pasar modal Tanah Air. Sepanjang sesi 1 hari ini, Selasa (12/5/2026), asing mencatat net sell Rp653,4 miliar di seluruh pasar.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek