MARKET DATA

Breaking News! IHSG Turun 1% Lebih

mkh,  CNBC Indonesia
11 May 2026 09:09
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 1% pada awal perdagangan Senin (11/5/2026) di tengah tekanan jual yang kembali menghantam mayoritas saham berkapitalisasi besar.

Mengacu data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per pukul 09.07 WIB, IHSG turun 97,41 poin atau 1,4% ke level 6.871,99. Indeks bahkan sempat menyentuh level terendah harian di 6.867,61

Sebanyak 419 saham terkoreksi, jauh lebih banyak dibanding 173 saham yang menguat dan 367 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi pasar mencapai Rp1,82 triliun dengan volume perdagangan 3,87 miliar saham dalam 297 ribu kali transaksi.

Tekanan jual membuat IHSG kembali menjauhi level psikologis 7.000 setelah sebelumnya ditutup di posisi 6.969,40 pada perdagangan akhir pekan lalu.

Adapun pasar keuangan Indonesia pekan ini akan berlangsung pendek yakni tiga hari karena ada libur dan cuti bersama Peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis dan Jumat.

Agenda krusial dari pasar modal domestik yang wajib diantisipasi pada 12 Mei 2026 adalah siklus rebalancing indeks MSCI. Berdasarkan pengumuman resmi MSCI tertanggal 20 April 2026, lembaga indeks global tersebut memberikan tanggapan atas reformasi transparansi pasar modal yang diinisiasi oleh OJK, BEI, dan KSEI.

Reformasi tersebut mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan batas minimal free float menjadi 15%.

MSCI saat ini sedang mengevaluasi ruang lingkup serta efektivitas dari sumber data baru ini dalam penentuan estimasi saham beredar publik atau free float secara lebih luas.

Untuk tinjauan indeks Mei 2026, MSCI menetapkan perlakuan interim khusus bagi efek asal Indonesia untuk membatasi risiko investabilitas. MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak akan melakukan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI tidak akan melakukan migrasi naik (upward migration) untuk sekuritas dari segmen Small Cap ke Standard. Kebijakan yang paling signifikan adalah keputusan MSCI untuk menghapus atau men-delete sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC).

MSCI juga akan menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan. Evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi ini dijadwalkan akan dikomunikasikan kembali dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026 mendatang.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Lanjut Menguat di Atas 9.000, Bank BUMN Jadi Penopang


Most Popular
Features