IHSG Dibuka di Zona Merah Pagi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Senin (11/5/2026).
IHSG dibuka turun 6,8 poin atau 0,1% ke level 6.962,6. Sebanyak 267 saham naik, 145 turun, dan 547 tidak bergerak.
Nilai transaksi mencapai Rp 287,3 miliar, melibatkan 694,6 juta saham dalam 61.650 kali transaksi. Berdasarkan data pasar, pada awal perdagangan emiten bank jumbo masih menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi pagi ini.
Adapun pasar keuangan Indonesia pekan ini akan berlangsung pendek yakni tiga hari karena ada libur dan cuti bersama Peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis dan Jumat.
Agenda krusial dari pasar modal domestik yang wajib diantisipasi pada 12 Mei 2026 adalah siklus rebalancing indeks MSCI. Berdasarkan pengumuman resmi MSCI tertanggal 20 April 2026, lembaga indeks global tersebut memberikan tanggapan atas reformasi transparansi pasar modal yang diinisiasi oleh OJK, BEI, dan KSEI.
Reformasi tersebut mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan batas minimal free float menjadi 15%.
MSCI saat ini sedang mengevaluasi ruang lingkup serta efektivitas dari sumber data baru ini dalam penentuan estimasi saham beredar publik atau free float secara lebih luas.
Untuk tinjauan indeks Mei 2026, MSCI menetapkan perlakuan interim khusus bagi efek asal Indonesia untuk membatasi risiko investabilitas. MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak akan melakukan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, MSCI tidak akan melakukan migrasi naik (upward migration) untuk sekuritas dari segmen Small Cap ke Standard. Kebijakan yang paling signifikan adalah keputusan MSCI untuk menghapus atau men-delete sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC).
MSCI juga akan menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan. Evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi ini dijadwalkan akan dikomunikasikan kembali dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026 mendatang.
(mkh/mkh) Add
source on Google