MARKET DATA

Saham Komoditas Ambles Hari Ini, Sentimen Jangka Pendek atau Panjang?

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
08 May 2026 18:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta. CNBC Indonesia — Saham-saham emiten tambang nikel kompak runtuh pada perdagangan hari ini. Pelemahan terjadi pada sejumlah saham sektor nikel mulai dari perusahaan tambang, pengolahan mineral hingga material baterai.

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan jatuh saham-saham tambang di zona merah karena adanya rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalti minerba melalui revisi PP 19/2025 untuk meningkatkan penghasilan negara.

"Kami perkirakan (pengaruhnya) cukup signifikan dengan adanya kenaikan rata-rata 3-10% akan menekan margin emiten-emiten yang bersangkutan," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/5/2026).

Kendati sudah turun dalam hari ini, dia melanjutkan bahwa saham komoditas masih rawan koreksi, meski ada peluang penguatan terbatas. 

"Untuk lama atau tidaknya, dari sisi teknikal kami perkirakan terdapat peluang penguatan terbatas dahulu dan selanjutnya masih rawan koreksi," tuturnya.

Sementara, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penurunan saham tambang hari ini umumnya dipicu kekhawatiran pasar terhadap isu free float dan potensi penyesuaian indeks MSCI.

"(Sentimen tersebut) membuat investor asing cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham dengan kapitalisasi besar namun kepemilikan publik relatif terbatas," ungkapnya.

Menurutnya, pelaku pasar juga mengantisipasi potensi dana asing keluar jika nantinya ada perubahan bobot atau status beberapa saham Indonesia di indeks global. "Sentimen ini memicu aksi jual cukup besar, terutama pada saham tambang, energi, dan grup konglomerasi yang sebelumnya sudah naik signifikan," imbuhnya.

Selain itu, sentimen global juga cenderung risk-off hari ini, akibat meningkatnya tensi geopolitik dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global, sehingga investor menghindari aset berisiko di emerging market termasuk Indonesia.

"Saham tambang seperti nikel dan tembaga juga ikut tertekan oleh kekhawatiran oversupply dan melemahnya harga komoditas tertentu, faktor teknikal seperti profit taking juga memperbesar penurunan," pungkasnya.

Sebagai informasi, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 3,09% ke level 3.760 atau melemah 120 poin. Sementara itu, saham PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) terkoreksi lebih dalam sebesar 5,66% ke posisi 750 atau turun 45 poin.

Pelemahan juga dialami PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) yang merosot 4,61% ke level 2.070.

Tekanan jual paling besar terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang anjlok 11,11% atau turun 700 poin ke posisi 5.600.

Selain itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga melemah signifikan sebesar 9,16% ke level 595. Saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE) tercatat turun tipis 0,58% ke level 340, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) melemah 7,24% ke posisi 1.025.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Hari Ini Turun 0,55%, Mayoritas Saham Merah


Most Popular
Features