Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,22% ke level 6.971,95 pada perdagangan Senin (04/05). Penguatan indeks ditopang oleh saham-saham seperti TLKM, BBRI, dan BREN, sementara tekanan datang dari DSSA, GOTO, dan TPIA yang mengalami pelemahan.Â
Aktivitas investor asing menunjukkan jual bersih sebesar Rp791,28 miliar di pasar reguler, tetapi secara keseluruhan masih mencatat beli bersih Rp1,92 triliun.
Dari sisi sektoral, hanya 4 dari 11 sektor yang mencatat penguatan, dengan sektor siklikal memimpin kenaikan sebesar 2,53%. Sebaliknya, sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam sebesar 1,63%.Â
Di pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah, dengan Dow Jones turun 1,13%, S&P 500 terkoreksi 0,41%, dan Nasdaq melemah 0,19%.
Pelaku pasar kini menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang diperkirakan tumbuh 5,40% secara tahunan, meskipun secara kuartalan diproyeksikan mengalami kontraksi. Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik di Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga komoditas sekaligus memberi tekanan pada pasar saham global. Hal ini tercermin dari pelemahan ETF Indonesia di pasar offshore, sementara indeks MSCI Indonesia masih menunjukkan kecenderungan positif yang ditopang faktor domestik.
Dari sisi emiten, PT Timah Tbk (TINS) mencatat lonjakan kinerja signifikan pada kuartal I-2026. Laba bersih melonjak 1.184,21% menjadi Rp1,50 triliun, seiring pendapatan yang tumbuh 160,50% menjadi Rp5,46 triliun.Â
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan volume penjualan logam timah menjadi 6.009 ton serta kenaikan harga jual rata-rata hingga 51,47%. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan dukungan terhadap kinerja ekspor perseroan yang mendominasi penjualan.
Sementara itu, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) memperoleh kontrak baru senilai US$154,68 juta untuk pengiriman batu bara ke Vietnam dalam rangka mendukung operasional pembangkit listrik Song Hau 1 untuk periode 2026–2027. Kontrak ini melengkapi ekspansi pasar ekspor perseroan setelah sebelumnya mendapatkan proyek dari Filipina dan Bangladesh.
Di sektor agribisnis, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menetapkan dividen tunai sebesar Rp140 per saham atau total Rp1,62 triliun dari laba tahun buku 2025. Rasio pembagian laba mencapai 40,68%.Â
Kinerja operasional JPFA juga menunjukkan pertumbuhan, dengan penjualan naik 8,80% menjadi Rp60,72 triliun dan laba bersih meningkat menjadi Rp4,00 triliun. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 8 Mei, sementara pembayaran akan dilakukan pada 19 Mei 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
-
PTBA - Buy 2920-2950 | TP 3000-3060 | SL 2800
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
SGER - Buy 386-390 | TP 396-404 | SL 368
-
AMRT - Buy 1410-1425 | TP 1450-1465 | SL 1320
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
FILM - Buy 2920-2950 | TP 3000-3070 | SL 2750
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
JPFA - Buy 2600-2630 | TP 2690-2740 | SL 2470
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Disclaimer:Â Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.Â
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ayh/ayh) Addsource on Google