Berkshire Hathaway Timbun Kas Rp6.900 Triliun, Pecahkan Rekor Baru
Jakarta, CNBC Indonesia — Berkshire Hathaway mencatatkan lonjakan kas ke level tertinggi sepanjang sejarah sekaligus peningkatan laba operasional pada kuartal pertama tanpa Warren Buffett sebagai CEO. Kinerja ini menjadi sorotan pasar di tengah transisi kepemimpinan ke Greg Abel.
Perusahaan melaporkan posisi kas dan setara kas mencapai US$397,38 miliar atau sekitar Rp6.900 triliun setelah memangkas kepemilikan saham pada periode tersebut. Di bawah kepemimpinan Abel, Berkshire menjual sekuritas ekuitas senilai US$24,09 miliar dan membeli US$15,94 miliar.
Melansir Investopedia, sejumlah saham besar masih mendominasi portofolio, di antaranya Apple, American Express, Bank of America, Coca-Cola, serta Chevron. Komposisi ini menunjukkan strategi investasi yang relatif konsisten meski terjadi perubahan kepemimpinan.
Laba operasional perusahaan melonjak hampir 18% menjadi US$ 11,35 miliar, terutama didorong pemulihan bisnis asuransi. Pada kuartal sebelumnya, Berkshire sempat mencatat penurunan laba operasional hampir 30% akibat penurunan nilai investasi di Kraft Heinz dan Occidental Petroleum.
Selain itu, Berkshire kembali menjalankan program pembelian kembali saham setelah hampir dua tahun vakum. Perusahaan membeli kembali saham senilai US$234,2 juta, sejalan dengan strategi jangka panjang untuk membeli saham saat diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.
Abel juga disebut turut membeli saham Berkshire secara pribadi sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan. Langkah ini dinilai memperkuat keyakinan investor terhadap arah baru perusahaan di bawah kepemimpinannya.
Dalam rapat pemegang saham, Abel menegaskan komitmennya menjaga nilai-nilai lama perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan ke depan. Ia menyebut Berkshire memiliki peluang unik untuk berkembang di berbagai lini bisnis yang menjadi inti industri dan konsumen Amerika Serikat.
Sementara itu, Buffett yang hadir dalam acara tersebut memberikan dukungan penuh kepada Abel. Ia menyatakan perusahaan tidak bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih penerusnya sebagai CEO.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut CEO Apple Tim Cook yang mendapat pujian dari Buffett atas kinerjanya. Buffett menilai Cook berhasil membawa Apple berkembang pesat meski awalnya tidak banyak dikenal saat menggantikan posisi pimpinan sebelumnya.
Namun, investor yang berharap mendapatkan gambaran lebih rinci terkait strategi investasi Abel masih harus bersabar. Abel menyatakan bahwa dirinya masih bekerja sama erat dengan Buffett dalam mengelola portofolio investasi Berkshire.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]