Danareksa Bakal Naungi MI Bank BUMN, Kelola Dana Hingga Rp85 Triliun

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 30/04/2026 08:45 WIB
Foto: Dony Oskaria. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan melakukan transformasi di Holding BUMN Investasi, yaitu PT Danareksa (Persero). Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan Danareksa akan menjadi rumah besar bagi seluruh Manajer Investasi (MI) milik bank-bank BUMN.

Artinya, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Manajemen, dan PT PNM Investment Manajemen akan dikonsolidasikam ke dalam satu entitas besar di bawah Danareksa.

"Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management kembali ke khitahnya dia jadi nanti dari hasil merger yang empat, kan teman-teman lihat tuh ada empat asset management kita itu akan menjadi Danareksa," ujarnya saat ditemui di kawasan Kilang Pertamina Cilacap, Rabu (29/4/2026).


Dony menyebut, Danareksa akan kembali ke "khitah"-nya sebagai perusahaan pengelola aset dan keluar dari model bisnis lama.

"Danareksa ini nanti tidak lagi menjadi holding yang saat ini gado-gado kan di mana mereka punya mulai dari apa karya, keuangan, sampai industri, industrial estate. Ini satu-satu akan dipecah-pecah," sebutnya.

Sebelumnya, kata Dony, Danareksa memiliki portofolio yang sangat beragam, mulai dari proyek karya, pengelolaan aset negara melalui PPA, jasa keuangan, hingga kawasan industri. Ke depan, seluruh lini tersebut akan dipilah dan dikelompokkan berdasarkan kesamaan bisnis, lalu dipisahkan dari Danareksa.

Dony mengungkapkan, entitas hasil penggabungan ini diperkirakan akan langsung menjadi salah satu pemain terbesar di industri. Dony menyebut total dana kelolaan (asset under management/AUM) sementara mencapai sekitar Rp85 triliun.

"Saya mesti cek lagi ya jumlahnya berapa kurang lebih kalau nggak salah saya Rp 85 triliun tapi saya nanti akan saya cek konfirmasi lagi ya karena saya angka pastinya lupa tetapi kita akan menjadi nomor dua terbesar di Indonesia manajemen investasinya," jelasnya.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran BUMN yang tengah dilakukan pemerintah, dengan target rampung pada 2026.

"Bapak Presiden kan berharap tahun ini selesai. Jadi tahun ini selesai seluruh daripada proses restrukturisasi dan juga konsolidasi daripada BUMN-BUMN," ucapnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Membaca Arti Indonesia Incorporated