Lo Kheng Hong Buktikan Cuan di Saham Bank BUMN, BBRI Paling Kencang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Indonesia masih tercatat masih belum bangkit hingga saat ini. Hal tersebut tercermin dari level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terjerembab di zona 7.000 an karena imbas dari ketidakpastian ekonomi global akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Alhasil harga saham-saham RI merosot tajam, tak terkecuali sektor industri perbankan yang sebelumnya menjadi primadona.
Namun, investor yang sukses dari hasil investasi saham, Lo Kheng Hong mengatakan, prospek saham-saham industri perbankan masih sangat menjanjikan karena memiliki kinerja yang baik.
"Tentu saja masih menjanjikan kedepannya," ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, saham perbankan, terutama bank besar milik pemerintah masih sangat menarik karena menghasilkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Hal tersebut dibuktikan Lo Kheng Hong karena dirinya meraih cuan dari kepemilikan saham di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Pada Maret 2025 lalu, Lo Kheng Hong sempat mengatakan bahwa Ia mendapat dividen jumbo dari hasil investasi di perbankan yang fokus pada sektor UMKM tersebut. Saat itu, Ia menggenggam sebanyak 64.636.000 lembar saham dan meraup keuntungan sebesar Rp 13,47 miliar.
Menurutnya, dividen perbankan pelat merah menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil cuan produk bank seperti deposito dan obligasi.
"(Saham bank BUMN) Sangat menarik, deviden yield big bank pemerintah 10%, lebih tinggi dari Deposito & Obligasi," ungkapnya.
Lo sempat mengatakan, bahwa dirinya tidak mengurangi atau menjual kepemilikan sahamnya sebelum cum date dividen. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat yield dividen saham perbankan besar-besar, khususnya saham bank BUMN seperti BBRI.
Untuk tahun 2025 saja dividen yield saham BBRI tercatat mencapai 9%. Sementara untuk dividen yield bank BUMN lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI dengan estimasi dividen final sebesar Rp 375,21 per lembar dan harga saham di level Rp 4.430, tingkat imbal hasil (yield) yang ditawarkan berada di kisaran 8,47%.
Sedangkan dividen yield PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNIÂ dengan nilai dividen Rp349,41 dan harga saham saat diumumkan dividen Rp4.260, maka dividen yield BBNI berada di kisaran 8%.
Sebelumnya, Lo Kheng Hong juga sempat menyebut bahwa harga saham-saham yang saat ini berguguran disebabkan oleh dana asing yang keluar dari pasar modal. Bahkan, membuat harga saham blue chip turut mengalami penurunan tajam.
"Dana asing kabur, harga saham Blue Chip turun banyak," ungkapnya.
Namun, hal itu tak membuatnya ikut hengkang dari pasar saham. Bahkan, Ia memilih untuk membeli saham-saham yang berkinerja cemerlang karena menganggap saat ini merupakan momentum yang bagus.
"Sehingga saya menarik semua Reksadana, mencairkan Deposito dan menjual seluruh Obligasi saya untuk membeli saham Wonderful Company yang dijual obral oleh asing," pungkasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]