IHSG Masih Loyo, Asing Sibuk Akumulasi Saham Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — Asing mencatat net sell Rp 2,4 triliun pada perdagangan kemarin, Selasa (28/4/2026). Investor asing melakukan aksi beli Rp 5,94 triliun dan jual Rp 8,29 triliun.
Di tengah aksi jual bersih (net sell) yang masih mendominasi pasar, investor asing ternyata tetap melakukan aksi beli selektif pada sejumlah saham. Tercatat, beberapa saham berhasil mencatatkan net foreign buy cukup signifikan pada perdagangan Selasa (28/4/2026).
Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menjadi yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai net buy mencapai Rp330,5 miliar. Aksi akumulasi ini dilakukan melalui pasar negosiasi.
Selain itu, asing juga terlihat masuk ke saham sektor komoditas, khususnya pertambangan dan energi, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) - Rp330,5 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp146,8 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp54,1 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp34,0 miliar
- PT Elnusa Tbk (ELSA) - Rp31,3 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp28,3 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) - Rp17,8 miliar
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Rp17,0 miliar
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Rp15,4 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp14,4 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 34,13 poin atau -0,48% ke level 7.072,39. Padahal pada awal perdagangan IHSG berada di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.151,51.
Sebanyak 352 saham naik, 374 turun, dan 233 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 17,48 triliun, melibatkan 30,23 miliar saham dalam 2,11 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun melorot menjadi Rp 12.594 triliun.
Mengutip Refinitiv, Amman Mineral (AMMN) menjadi pemberat utama dengan bobot -8,36 poin. Saham AMMN koreksi 5,09% setelah hari sebelumnya naik 8%.
Selain itu Dian Swastatika Sentosa (DSSA) juga masih melanjutkan koreksi selama enam hari berturut-turut. DSSA membebani IHSG sebesar -7,05 poin.
(mkh/mkh) Add
source on Google