MARKET DATA

Baru 1 Emiten Baru 2026, Airlangga Minta Bursa Genjot Pipeline IPO

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
27 April 2026 16:10
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana. (YouTube/OJK)
Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana. (YouTube/OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong agar penggalangan dana di pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO) bisa ditingkatkan.

Airlangga melaporkan, investasi di sektor riil telah mencapai Rp498,79 triliun di triwulan I-2026, tumbuh 7,22%. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap adalah 706.000 tenaga kerja.

Seiring dengan itu, kebutuhan pembiayaan disebut akan meningkat sebesar Rp7.400 triliun di tahun 2026, dan Rp9.200 triliun di tahun 2029. Ia pun menyebut sektor swasta dan masyarakat akan menjadi pendorong, termasuk sektor keuangan.

"Dan dari sisi keuangan, ini tentu capital market adalah fungsinya untuk menarik dana untuk IPO yang mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehingga ini masih dalam pipeline. Pipelinenya belum muncul, nah ini mungkin perlu dikejar ke depan karena ini salah satu sektor juga yang penting," kata Airlangga.

Sejauh ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 16 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI hingga 17 April 2026. Meski demikian, emiten yang berhasil melantai baru satu perusahaan dengan dana dihimpun sekitar Rp300 miliar.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IPO Sepi Peminat, Banyak yang Pilih Jalur Backdoor Listing


Most Popular
Features