Selat Hormuz Kembali Panas, Harga Minyak Melesat 5,10% ke US$94,99

Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
Senin, 20/04/2026 10:40 WIB
Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia berbalik tajam pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi setelah sempat ambruk di akhir pekan lalu. Ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset energi, memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

Menurut data Refinitiv per pukul 09.50 WIB, harga Brent berada di US$94,99 per barel, melonjak 5,10% dibanding penutupan Jumat (17/4/2026) di US$90,38 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik lebih tinggi, menyentuh US$88,77 per barel, terbang 5,87% dari posisi sebelumnya US$83,85 per barel.


Melansir Reuters, kenaikan ini datang setelah Selat Hormuz kembali ditutup, hanya dua hari setelah pasar sempat percaya jalur tersebut akan dibuka kembali. Penutupan terbaru terjadi usai Amerika Serikat dan Iran saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lewat serangan terhadap kapal selama akhir pekan.

Pasar bereaksi cepat karena Selat Hormuz adalah jalur vital energi dunia. Sebelum konflik pecah hampir dua bulan lalu, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan itu. Gangguan kecil saja bisa langsung mengubah kalkulasi pasokan, apalagi jika penutupan kembali berlangsung di tengah permintaan global yang masih besar.

Sentimen makin panas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Di sisi lain, Teheran menolak putaran kedua pembicaraan damai dan menyebut tak akan datang ke meja negosiasi meski ada ancaman serangan udara lanjutan.

Data Kpler yang dikutip Reuters mencatat lebih dari 20 kapal sempat melintas pada Sabtu lalu membawa minyak, LPG, logam, dan pupuk. Itu menjadi lalu lintas tertinggi sejak 1 Maret. Namun pembukaan singkat tersebut rupanya belum cukup meyakinkan pemilik kapal dan pelaku logistik global.

Jika melihat pergerakan beberapa hari terakhir, volatilitas minyak sedang brutal. Brent sempat berada di US$99,39 pada 16 April, lalu jatuh ke US$90,38 pada 17 April, dan kini memantul ke dekat US$95. WTI juga bergerak liar dari US$94,69 ke US$83,85 lalu kembali ke US$88,77 pagi ini.

CNBC Indonesia


(emb/emb) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS-Iran Lanjutkan Negosiasi Hingga IHSG & Rupiah Kompak Menguat