Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Mendadak Merah

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 16/04/2026 07:55 WIB
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) pada sejumlah saham sepanjang perdagangan Selasa (15/4/2026), di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar secara keseluruhan.

Meski secara agregat pasar mencatat net sell Rp1,16 triliun, terdapat sejumlah saham yang justru diborong investor asing, terutama dari sektor konglomerasi, energi, hingga komoditas.

Aksi beli asing paling besar terjadi pada saham konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII), diikuti oleh emiten energi milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).


Selain itu, saham berbasis komoditas seperti MDKA, ADRO, dan INCO juga masuk radar akumulasi asing, mengindikasikan masih adanya minat pada sektor berbasis sumber daya alam.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin: 

  1. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp199,4 miliar
  2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp109,1 miliar
  3. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp67,5 miliar
  4. PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) - Rp66,3 miliar
  5. PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) - Rp65,8 miliar
  6. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp55,5 miliar
  7. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp55,2 miliar
  8. PT Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) - Rp38,8 miliar
  9. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp27,4 miliar
  10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp25,5 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memutus reli penguatan sepakan terakhir. Pada penutupan perdagangan kemarin indeks melemah 0,68% atau berkurang 52,36 poin balik ke level 7.623,58. Padahal nyaris sepanjang perdagangan, IHSG nyaman di zona hijau sebelum ambruk satu jam sebelum pasar tutup.

Nilai transaksi hari ini tergolong ramai yakni mencapai Rp 22,61 triliun, melibatkan 51,44 miliar saham dalam 3,16 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.606 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor kesehatan, konsumer non-primer dan finansial. Sementara itu penguatan paling tinggi dibukukan oleh sektor industri, konsumer primer dan energi.

Emiten grup konglomerat tercatat menjadi pemberat kenaikan IHSG hari ini. Berikut adalah 10 emiten dengan sumbangsih pelemahan indeks poin terbanyak yakni bank raksasa milik Grup Djarum (BBCA), emiten RS Mayapada milik Dato Tahir (SRAJ), emiten Grup MNC Hary Tanoe (MSIN), emiten Grup Barito Prajogo Pangestu (TPIA dan BRPT), emiten tambang terafiliasi Grup Salin (AMMN dan BUMI) serta tiga emiten BUMN (BBRI, BMRI dan TLKM).


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Data HSC Tekan Saham Berkapitalisasi Besar hingga IHSG Ambruk