Breaking News! IHSG Lanjut Reli, Dibuka Naik 1,16%

mkh, CNBC Indonesia
Rabu, 15/04/2026 09:01 WIB
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli pagi ini, Rabu (15/4/2026). Indeks dibuka naik lebih dari 1%.

IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan 89,18 poin atau 1,16% ke level 7.765,13. Sebanyak 408 saham naik, 70 turun, dan 481 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 692,7 miliar, melibatkan 1,13 miliar saham dalam 88.510 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.852 triliun.  


Gerak IHSG sejalan dengan bursa di kawasan. Bursa Asia melanjutkan reli pada awal perdagangan hari ini. Hal tersebut sejalan dengan harapan gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran dapat kembali dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan setelah gagalnya negosiasi akhir pekan lalu mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pejabat dari kawasan Teluk, Pakistan, dan Iran juga mengatakan tim negosiasi dari AS dan Iran kemungkinan kembali ke Pakistan pekan ini, meski seorang sumber senior Iran menyebut belum ada tanggal yang ditetapkan.

"Anda sebaiknya tetap berada di sana, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong ke sana," kata Trump dalam wawancara dengan New York Post.

Meski blokade AS memicu retorika keras dari Teheran, tanda-tanda bahwa jalur diplomasi masih berlanjut membantu menenangkan pasar minyak, sehingga harga acuan turun di bawah US$100 pada Selasa.

pasar global masih mencari kepastian soal kekuatan pertumbuhan ekonomi dunia di tengah potensi suku bunga yang akan disinyalir higher for longer akibat perang di Timur Tengah akibat meningkatnya harga minyak dunia.

Dana Moneter International (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global akibat lonjakan harga energi karena perang di Timur Tengah dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz.

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memperkirakan ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,1% tahun ini.

Angka tersebut turun dari proyeksi 3,3% pada Januari 2026, sebelum pecahnya permusuhan setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran dan memperluas konflik di kawasan.

IMF menyiapkan beberapa skenario: ringan, buruk, dan parah. Dalam skenario terburuk, ekonomi dunia nyaris resesi, dengan harga minyak rata-rata US$110 per barel pada 2026 dan US$125 pada 2027. Pertumbuhan global bisa turun ke 2,0%.

Skenario dasar IMF mengasumsikan konflik singkat dan harga minyak turun ke rata-rata US$82 per barel pada 2026. Namun ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan kondisi saat ini sudah bergerak ke skenario yang lebih buruk.

Dampak terbesar diperkirakan terjadi di negara berkembang dan kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Pertumbuhan kawasan itu diproyeksikan turun menjadi 1,9% pada 2026.

Untuk negara besar ekonomi Amerika Serikat tumbuh 2,3%, zona Euro tumbuh 1,1%, China akan ekspansi 4,4%, dan India tumbuh 6,5%.
Untuk Indonesia, IMF tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan di angka 5,0%.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jika Harga Minyak Meroket ke USD 120/barel, Ini Efeknya ke RI