Autopedia Lestari (ASLC) Buyback Saham Rp 20 Miliar

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 15/04/2026 09:35 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp 20 miliar. Buyback tersebut dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham sehingga harga saham ASLC dapat mencerminkan nilai fundamental.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dalam Perseroan, serta tidak menyebabkan kekayaan bersih menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

Selain itu, ASLC juga berencana melaksanakan Management and Employee Stock Option Program (MESOP) sebagai insentif yang diberikan Perseroan kepada manajemen dan karyawan untuk bisa memiliki saham Perseroan.


"Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya," tulis manajemen BEI, Rabu (15/4/2026).

Manajemen memastikan aksi korporasi ini tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan karena Perseroan memiliki saldo laba dan arus kas yang cukup untuk melakukan buyback saham.

Selain itu, manajemen juga memastikan buyback saham ini tidak memiliki dampak yang bersifat material atas kegiatan usaha Perseroan, kinerja keuangan, posisi permodalan, dan likuiditas.

"Pembelian kembali saham perseroan tidak akan menimbulkan dampak yang material terhadap kepemilikan saham perseroan," sebutnya.

Sumber dana yang akan digunakan untuk buyback ini sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan. Penggunaan dana untuk buyback saham tersebut tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan Perseroan secara signifikan.

Dalam memuluskan rencana tersebut, manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan dilakukan pada tanggal 19 Mei 2026. Jika agenda buyback saham telah disetujui pada RUPST, maka akan dilakukan terhitung sejak tanggal 20 Mei 2026.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Syarat Agar Investor Asing "Ngegas" Masuk Bursa Saham & SBN