Investor Global Kasih Jempol Kebijakan RI Jaga Stabilitas Ekonomi

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 14/04/2026 18:15 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kredibilitas kebijakan dan konsistensi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dipandang positif oleh para investor global di tengah tingginya ketidakpastian global.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dengan sejumlah investor di New York dan Boston, saat menjadi pembicara pada Harvard


Kennedy School Policy Talk 2026, serta dalam pertemuan dengan Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Seluruh pertemuan strategis ini dilangsungkan dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat.

Pada pertemuan dengan investor tersebut, Gubernur Perry menegaskan bahwa bauran kebijakan berada pada arah yang tepat, dengan fokus pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik, yang didukung oleh komitmen fiskal menjaga defisit di bawah 3% PDB melalui reformasi subsidi dan realokasi anggaran yang lebih produktif.

"Kami akan terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global," ujar Perry mengutip siaran pers pada Selasa (14/4/2026).

Selain itu, dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026, Bank Indonesia juga hadir sebagai pembicara pada diskusi bersama Profesor Harvard Jeffrey A. Frankel dan Harvard Visiting Scholar M. Chatib Basri bertajuk "Stability in an Age of Shocks: Rethinking Macro Policy in a Fragmented World."

Diskusi tersebut menyoroti semakin kompleksnya lingkungan global yang ditandai oleh fragmentasi, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan. Frankel menekankan bahwa guncangan global semakin sering terjadi dan sulit diprediksi sehingga meningkatkan risiko tekanan terhadap perekonomian global.

Menanggapi hal tersebut, Perry menegaskan bahwa bauran kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Pesan tersebut juga disampaikan kepada Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Umar Hadi, sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan penyelarasan narasi ekonomi Indonesia di tingkat global.

Pertemuan yang berlangsung dua arah turut memberikan perspektif mengenai dinamika geopolitik dan kondisi global terkini, yang menjadi masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Perry menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, ditopang pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali, serta sinergi erat kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global guna memastikan persepsi pasar tetap terkelola di tengah dinamika global.

Bank Indonesia juga berkomitmen menjaga konsistensi bauran kebijakan yang responsif, didukung sinergi erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, untuk memperkuat stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bullion Bank Dipercepat, Optimalkan 1.800 Ton Emas Masyarakat