Makin Ngeri! IEA, IMF & WB Ungkap Situasi Tak Terbayangkan Warga Dunia

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Selasa, 14/04/2026 08:35 WIB
Foto: REUTERS/Amir Cohen

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok koordinasi khusus yang dibentuk untuk memantau efek ekonomi dari perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mengadakan pertemuan perdana, kemarin, Senin (13/4/2026).

Seusai pertemuan, kelompok yang terdiri dari para pimpinan International Energy Agency, International Monetary Fund, dan World Bank Group itu menyatakan, dampak perang tersebut sangat besar, berskala global, dan sangat tidak merata, dengan dampak yang secara tidak proporsional dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi, khususnya negara berpendapatan rendah.


"Guncangan ini telah menyebabkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, yang juga memicu kekhawatiran terkait ketahanan pangan serta hilangnya lapangan pekerjaan. Beberapa produsen minyak dan gas di Timur Tengah juga mengalami penurunan pendapatan ekspor yang drastis," dikutip dari pernyataan bersama lembaga internasional itu, Selasa (14/4/2026).

Mereka menganggap, situasi yang disebabkan perang di kawasan Timur Tengah tetap sangat tidak pasti, dan pengiriman melalui Selat Hormuz masih belum kembali normal.

Bahkan setelah arus pengiriman reguler melalui selat tersebut kembali berlangsung normal, mereka menilai akan diperlukan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk kembali mendekati tingkat sebelum konflik-dan harga bahan bakar serta pupuk kemungkinan tetap tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama akibat kerusakan infrastruktur.

"Gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan kekurangan bahan baku utama yang berdampak pada sektor energi, pangan, dan industri lainnya," tegas para pemimpin tiga lembaga internasional itu.

Mereka menekankan, perang ini juga telah menyebabkan perpindahan penduduk secara paksa, mempengaruhi lapangan kerja, serta menurunkan aktivitas perjalanan dan pariwisata, yang pemulihannya kemungkinan memerlukan waktu.

"Hari ini, kami berbagi penilaian terbaru kami menjelang rilis pada Selasa, 14 April, yaitu laporan bulanan Oil Market Report dari IEA serta laporan World Economic Outlook dari IMF. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan ini serta respons dari lembaga kami masing-masing" ucap mereka.

Tim yang dibentuk dalam kelompok koordinasi itu mereka pastikan bekerja secara erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing serta membantu negara-negara melalui rekomendasi kebijakan yang disesuaikan dan, dalam hal dukungan keuangan IMF dan World Bank jika diperlukan.

"Kami akan terus memantau secara saksama dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, perekonomian global maupun masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan kami kepada negara-negara anggota-dengan bekerja sama dan memanfaatkan keahlian organisasi internasional lainnya sesuai kebutuhan guna meletakkan dasar bagi pemulihan yang tangguh yang menghasilkan stabilitas, pertumbuhan, dan lapangan kerja," tulis para pimpinan IEA, IMF, dan World Bank itu dalam joint statement.


(arj/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inflasi Bisa Melonjak Efek Perang, Suku Bunga Berpotensi Naik