Video

Video: Bisnis Asuransi Ini Diramal Bakal Cuan Saat Perang Memanas

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 15:14 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Industri perasuransian di Indonesia hingga Februari 2026 mencatatkan pertumbuhan aset 6,8% (yoy) menjadi Rp 1.219 ,35 Triliun dengan pendapatan premi tumbuh 3,5% (yoy) menjadi Rp 62,37 Triliun.

President Commisioner INARE, Firdaus Djaelani mengatakan kenaikan kinerja industri asuransi di awal tahun 2026 ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih kuat sehingga industri reasuransi juga bisa mencatatkan pertumbuhan premi hingga 7,41%.

Tren pertumbuhan premi asuransi harus diikuti dengan perilaku industri yang baik terkait kualitas underwriting yang sehat hingga pembayaran klaim yang cepat. Data AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) mencatat adanya ten pertumbuhan di 2026 utamanya di sektor properti bisa tumbuh 8% hingga asuransi kredit hingga suretyship (penjaminan), asuransi Marine Hull serta asuransi motor seiring dengan berkembangnya motor listrik.

Meski demikian, sejumlah sektor seperti asuransi kesehatan dan asuransi dengan klaim besar masih akan mengalami tantangan. Lalu seperti apa perkembangan industri asuransi RI di 2026?

Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan President Commisioner INARE, Firdaus Djaelani dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)

Add as a preferred
source on Google