Hukum Tarik Menarik Dolar-Rupiah, Gak Bisa Sama-Sama Kuat
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David E. Sumual mengungkapkan fakta menarik terkait dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
David mengungkapkan kedua nilai tukar ini tidak bisa sama-sama menguat atau mengalami apresiasi secara bersamaan.
"Tidak bisa misalnya kondisi dolar menguat, kita (rupiah) menguat juga 10% misalnya, enggak bisa. Memang kelihatannya kalau kita lihat seperti bermain surfing, gelombangnya arahnya seperti apa, kita bermanuver. Terutama globalnya belum kita pastikan arahnya," kata David, dalam Central Banking Forum 2026 dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dengan demikian, penjelasan secara ekonomi, nilai tukar bekerja seperti timbangan. Artinya, jika salah satu mata uang naik nilainya karena permintaan tinggi, maka secara otomatis mata uang lainnya akan terlihat turun atau melemah.
Kondisi rupiah dan dolar sama-sama menguat akan semakin sulit di tengah kondisi global saat ini. Kendati sulit rupiah melawan dolar AS, David mengungkapkan pemerintah dan bank sentral sudah melakukan banyak upaya dalam melindungi nilai tukar rupiah, termasuk melalui swap agreement dengan sejumlah negara a.l. China, Jepang, Australia dan Korea Selatan.
"Semacam asuransi atau secondary buffer kalau ada traumatik kondisi 98, kita kan tidak ada perjanjian seperti ini. perlu disampaikan posisi devisa ada secondary buffer yang US$ 100 miliar bisa menjaga volatilitas kalau dibutuhkan," ujarnya.
Selain itu, di sisi transaksi non-spot, BI telah menetapkan peningkatan threshold jual Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)/Forward dari US$ 5 juta per transaksi menjadi US$ 10 juta per transaksi, serta peningkatan threshold beli dan jual Swap dari US$ 5 juta menjadi US$ 10 juta per transaksi.
"Ini untuk mengurangi tekanan di pasar karena kita masih terkonsentrasi (di pasar spot), perlu kita distribusikan ke pasar NDF, sehingga tidak menumpuk di pasar spot," kata David.
Dengan demikian, aktivitas transaksi yang sifatnya hedging harus kembali diaktifkan. Melalui langkah-langkah, ini guncangan nilai tukar rupiah terhadap dolar dapat diredam sehingga tidak bergerak liar.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]