Investor Mulai Berburu SRBI, Aliran Modal Asing Masuk Rp 29 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah masih tingginya arus keluar aliran modal asing dari negara-negara berkembang ke negara maju, akibat tingginya risiko konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, instrumen operasi moneter Bank Indonesia, yakni SRBI justru terus diburu investor.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia, aliran modal asing yang masuk ke SRBI secara tahun berjalan hingga saat ini sudah mencapai Rp 29,08 triliun. Terus terakumulasi naik dari posisi Januari 2026 yang hanya sebesar Rp 7,84 triliun.
"Secara tahunan memang akumulasi masih negatif tapi weekly basis kita mengamati adanya tanda-tanda inflow," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Aliran modal asing yang masuk ke SRBI itu akan digunakan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, karena instrumen operasi moneter BI itu didesain untuk menjaga pasokan valas di dalam negeri.
Namun, BI memastikan, instrumen itu tidak akan membuat likuiditas di pasar keuangan domestik justru kering, karena bank sentral dapat mengelolanya dengan memastikan pertumbuhan uang primer (M)) yang beredar terus dua digit di atas 10%.
"Kita terus melakukan injeksi likuiditas agar berputar ekonominya. Pembelian SBN baik di pasar perdana, SPN, SBN Syaraih, hanya boleh membeli dan di pasar sekunder tenor-tenor lebih panjang juga kami komitmen menjaga kecukupan likuiditas," papar Erwin.
(arj/haa) Add
source on Google