MARKET DATA

Ada Angin Segar Buat Industri Multifinance

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
13 April 2026 09:15
Begini kondisi sentra mobil bekas jelang akhir tahun di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (20/11/2025), di mana kondisinya cukup sepi. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Begini kondisi sentra mobil bekas jelang akhir tahun di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (20/11/2025), di mana kondisinya cukup sepi. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia — Geliat industri otomotif pada bulan kedua tahun ini memberikan angin segar bagi industri mulitifinance dan asuransi. 

Diketahui, penjualan mobil nasional bulan Februari 2025 mencapai 72.295 unit, melonjak 10.363 unit atau 16,73% dibandingkan Januari 2025 yang sebanyak 61.932 unit. Jika dibandingkan penjualan bulan Februari 2024, terjadi kenaikan 1.523 unit atau 2,15%.

Kenaikan ini jadi angin segar di tengah kecemasan akan lesunya penjualan mobil nasional. Di mana, sepanjang tahun 2024, penjualan mobil nasional bahkan tak sampai 1 juta unit.

Sebagiamana diketahui, kredit mobil baru adalah kontributor terbesar dari penyaluran kredit multifinance. Pada Februari 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat baru mencapai Rp143,28 triliun dengan porsi 26,47% dari total penyaluran industri multifinance.

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK mengatakan, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat bekas mencapai Rp88,36 triliun atau berkontribusi 16,32%.

"Pembiayaan otomotif masih menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pembiayaan industri multifinance, termasuk pembiayaan mobil bekas yang memberikan skema pembiayaan yang relatif lebih terjangkau bagi masyarakat," terang Agusman dalam keterangan terulis, dikutip Senin, (13/4/2026).

Di sisi lain, masifnya penjualan mobil baru juga ikut mendorong masyarakat untuk membeli perlindungan asuransi untuk meminimalisir risiko kerusakan dan kecelakaan kendaraan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, berdasarkan data posisi Februari 2026, pendapatan premi tercatat sebesar Rp4,10 triliun, tumbuh 9,97% yoy, sementara nilai klaim meningkat menjadiRp1,40 triliun atau naik 9,89% yoy, sejalan dengan meningkatnya aktivitas kendaraan dan eksposur risiko.

"Hal ini menunjukkan bahwa lini usaha kendaraan bermotor masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik, seiring perbaikansektor otomotif. Ke depan, perusahaan asuransi perlu memperkuat strategi distribusi, termasuk optimalisasi kanal digital dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan, serta melakukan inovasi produk yang sesuai kebutuhan nasabah, diiringi penguatan underwriting dan pengelolaan klaim yang efisien," jelas Ogi dalam keterangan terpisah.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan otomotif, kondisi ini disebut menjadi sentimen positif bagi asuransi kendaraan bermotor. Peningkatan penjualan kendaraan, khususnya melalui skema pembiayaan, umumnya akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi.

"OJK memandang kinerja lini ini masih memiliki ruang untuk tumbuh, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan," pungkasnya.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sering Diabaikan, Simak Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan


Most Popular
Features