Di Tengah Net Sell, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 08:05 WIB
Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah derasnya aksi jual investor asing secara agregat, sejumlah saham justru masih menjadi incaran dan diborong investor global sepanjang periode 6-10 April 2026.

Berdasarkan data perdagangan, terdapat sejumlah saham yang mencatatkan net foreign buy terbesar selama sepekan, didominasi oleh sektor energi, komoditas, hingga perbankan.

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp206 miliar. Disusul oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).


Secara sektoral, saham berbasis energi dan komoditas terlihat mendominasi daftar pembelian asing, terutama grup Adaro yang menempatkan beberapa entitasnya sekaligus dalam jajaran top buy.

Selain itu, masuknya saham-saham seperti BBNI dan ASII menunjukkan bahwa investor asing masih selektif mengakumulasi saham-saham blue chip tertentu di tengah tekanan jual secara keseluruhan.

Adapun berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar selama periode 6-10 April 2026:

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp206 miliar
  2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp168,2 miliar
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp163,9 miliar
  4. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp162,6 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp141,6 miliar
  6. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) - Rp123,5 miliar
  7. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Rp109 miliar
  8. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Rp96,8 miliar
  9. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) - Rp93,2 miliar
  10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp82,5 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 6,14% dalam sepekan ke level 7.458,50.

Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan juga meningkat tajam. Rata-rata nilai transaksi harian naik 17,26% menjadi Rp17,31 triliun, sementara frekuensi transaksi melonjak 15,05% menjadi 2,05 juta kali per hari. Volume transaksi harian bahkan melesat 24,81% menjadi 32,28 miliar saham.

Secara total selama sepekan, nilai transaksi pasar mencapai Rp86,59 triliun dengan volume 161,42 miliar saham dan frekuensi 10,24 juta kali transaksi.

Penguatan IHSG juga sejalan dengan tren positif bursa global. Sejumlah indeks utama dunia seperti KOSPI Korea Selatan dan Nikkei Jepang masing-masing melonjak 8,96% dan 7,15% dalam periode yang sama.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Tinggalkan Level 7.000 - Dolar AS Kian Perkasa di Rp17.000