MARKET DATA

Ini Daftar Saham yang Dikuasai Pemilik "Itu-Itu Saja", Sinyal Risiko?

mkh,  CNBC Indonesia
06 April 2026 07:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi membuka data terkait High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi pada emiten, mulai Kamis (2/4/2026).

Publikasi ini menjadi langkah baru dalam meningkatkan transparansi pasar modal, dengan memberikan gambaran kepada investor terkait struktur kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada sedikit pihak atau pihak yang saling terafiliasi.

Sederhananya, saham dalam daftar HSC adalah saham yang dipegang oleh orang atau pihak-pihak "itu-itu saja", bukan dimiliki banyak investor seperti saham pada umumnya. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa publikasi data ini akan menjadi informasi tambahan yang penting bagi investor. "Ini bukan karena pelanggaran tertentu, tapi sebagai bentuk keterbukaan informasi untuk saham-saham yang terkonfirmasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Senin (6/4/2026).

Menurutnya, data ini dapat dimanfaatkan sebagai early warning bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, tanpa mengganggu mekanisme pasar yang berjalan.

Data HSC tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, mencakup saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat, dengan posisi per 31 Maret 2026.

Berdasarkan data yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan emiten dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%. Posisi teratas ditempati oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dengan tingkat kepemilikan mencapai 99,85%, diikuti oleh PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) sebesar 99,77% dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) sebesar 98,35%.

Selanjutnya, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 97,75%, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 97,31%. Emiten lainnya yang juga masuk dalam daftar ini antara lain PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), dengan tingkat kepemilikan di atas 95%.

OJK menegaskan bahwa ke depan, bersama Self-Regulatory Organization (SRO), pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan publikasi data serupa secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekonomi Solid, Analis Optimis Pasar Modal RI Bakal Terus Melesat


Most Popular
Features