MARKET DATA

Net Buy Asing Pilih-Pilih, Saham Ini Jadi Buruan Utama

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
06 April 2026 08:00
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) secara selektif di sejumlah saham selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026, di tengah tekanan jual bersih yang masih membayangi pasar saham domestik.

Berdasarkan data perdagangan, meskipun secara agregat asing mencatatkan net sell sebesar Rp2,95 triliun dalam sepekan, aliran dana asing terlihat masuk ke beberapa saham tertentu dengan nilai akumulasi yang cukup signifikan. Fenomena ini mencerminkan strategi rotasi investasi asing ke saham-saham dengan katalis spesifik dan momentum penguatan di tengah kondisi pasar yang masih volatil.

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menjadi incaran utama dengan catatan net foreign buy sebesar Rp314,1 miliar. Diikuti PT Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) Rp178 miliar dan PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) Rp176,2 miliar. Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatatkan net buy Rp121,7 miliar, disusul PT United Tractors Tbk. (UNTR) Rp107,2 miliar.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada 30 Maret–2 April 2026: 

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp314,1 miliar
  2. PT Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) - Rp178,0 miliar
  3. PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) - Rp176,2 miliar
  4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp121,7 miliar
  5. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp107,2 miliar
  6. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp93,3 miliar
  7. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp75,5 miliar
  8. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp52,9 miliar
  9. PT Citra Borneo Indah Tbk. (CBDK) - Rp48,0 miliar
  10. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp42,9 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,99% secara mingguan ke level 7.026,78 dari posisi sebelumnya di 7.097,05. Sepanjang pekan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.207,16 dan terendah di 6.945,50, menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi di tengah sentimen pasar yang belum stabil.

Pelemahan IHSG juga dibarengi dengan penurunan signifikan pada aktivitas perdagangan. Rata-rata nilai transaksi harian anjlok 36,69%, sementara volume transaksi turun 8,62%. Kapitalisasi pasar pun ikut tergerus sebesar 1,69% menjadi Rp12.305 triliun.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Modal Asing Rp 3,4 Triliun Masuk Bursa, Saham Ini Laris


Most Popular
Features