Lengkap, Ini Tahapan Aturan Baru Free Float 15%

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 18:40 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan tahapan pemberlakuan ketentuan baru peningkatan ambang batas free float saham yang tercatat di bursa, dari 7,5% ke 15%.

PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, aturan mengenai free float revisi Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, per 31 Maret 2026.

"Adapun pemenuhan ketentuan free float minimum 15% dilaksanakan secara bertahap dengan penetapan target antara pada setiap tahapan, disertai pemantauan dan pendampingan berkelanjutan guna memastikan pencapaian target akhir sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan," jelas Jeffrey dalam sosialisasi capaian reformasi transparasi pasar modal Indonesia, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (2/4/2026).


Sebagai gambaran, perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun dan free float existing di bawah 12,5% akan diberikan waktu satu tahun untuk mencapai target 12,5%. Selanjutnya, perusahaan tersebut harus mencapai 15% pada akhir tahun kedua, tepatnya pada 31 Maret 2028.

Sementara itu, untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun yang saat ini free float-nya sudah berada di antara 12,5% hingga 15%, diberikan waktu satu tahun untuk mencapai target 15% pada 31 Maret 2027.

Adapun kelompok ketiga, yaitu perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun, seluruhnya wajib memenuhi ketentuan free float 15% dalam jangka waktu tiga tahun.

Lebih jauh, berikut penjelasan lengkap terkait tahapan penerapan free float 15% BEI:

Kapitalisasi Pasar Free Float Saat Ini Target Free Float Batas Waktu
≥ Rp 5 triliun 12,5% - 15% 15% 31 Maret 2027
≥ Rp 5 triliun < 12,5% 12,5% 31 Maret 2027
≥ Rp 5 triliun < 12,5% 15% 31 Maret 2028
< Rp 5 triliun < 15% 15% 31 Maret 2029 


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Investor Jumbo Saat Perang Iran Vs AS Berlangsung Lama