Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Parkir di Rp16.990
Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, Kamis (2/4/2026).
Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,09% ke level Rp16.990/US$. Setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rabu (1/4/2026), masih mampu menguat 0,09% ke posisi Rp16.975/US$.
Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah sempat menguat tipis 0,03% ke level Rp16.970/US$. Namun tekanan berangsur membesar hingga akhirnya mata uang Garuda berbalik melemah sampai penutupan perdagangan.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,41% dan kembali mendekati, bahkan bergerak di sekitar level 100.
Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama penguatan dolar AS di pasar global serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pasar merespons pidato Presiden AS Donald Trump yang disampaikan pada Rabu malam waktu setempat, atau Kamis pagi waktu Indonesia. Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat semakin dekat untuk menyelesaikan seluruh tujuan militernya di Iran dalam waktu dekat. Meski tidak menjelaskan secara rinci skenario keluarnya AS dari konflik, Trump menyatakan serangan terhadap Iran akan dilakukan dengan sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Trump juga mengatakan bahwa setelah konflik berakhir, Selat Hormuz akan kembali terbuka dengan sendirinya. Pernyataan ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar yang saat ini sangat sensitif terhadap setiap perkembangan di Timur Tengah.
Konflik yang berlangsung telah memengaruhi harga minyak dan berbagai aset keuangan global, sekaligus mengubah ekspektasi pasar terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), sepanjang tahun ini.
Kondisi tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS dan membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.
(evw/evw) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]