Net Sell Asing Menciut, tapi Saham Bank Masih Banyak Dilepas

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 07:00 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Net sell asing menciut pada perdagangan kemarin, Rabu (1/4/2026). Hal ini seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menutup perdagangan dengan kuat. 

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp165,5 miliar. Pada hari sebelumnya net foreign sell mencapai Rp 1,28 triliun. 

Tekanan jual kemarin terutama menghantam saham-saham perbankan besar yang sebelumnya menjadi motor penguatan IHSG. 


Mengacu data perdagangan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp374 miliar.

Di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami net sell sebesar Rp318,2 miliar, disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp135,1 miliar.

Selengkapnya, berikut daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp374 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp318,2 miliar
  3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp135,1 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp65 miliar
  5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp59,7 miliar
  6. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) - Rp50,3 miliar
  7. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) - Rp33,7 miliar
  8. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Rp23 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp18,9 miliar
  10. PT Nusantara Sawit Sejahterah Tbk (NSSS) - Rp18,7 miliar

Sementara itu, IHSG ditutup naik nyaris 2% atau 136,22 poin ke level 7.184,44. Sebanyak 494 saham naik, 224 turun, dan 240 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini mulai ramai, meskipun masih belum menyamai rata-rata nilai transaksi harian pada awal tahun.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,44 triliun, melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 12.650 triliun.

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau. Utilitas, bahan baku, dan konsumer non-primer memimpin penguatan, dengan masing-masing naik 4%, 3,66%, dan 3,09%.

Sejumlah saham konglomerat menopang IHSG. Impack Pratama (IMPC) yang naik 21,6% dan berkontribusi 10,17 poin menjadi saham dengan bobot terbesar.

Kemudian diikuti oleh Telkom (TLKM) yang menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Februari 2025, Laba Bersih Bank Mandiri Naik 16,7% (YoY)