MARKET DATA

Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

mkh,  CNBC Indonesia
01 April 2026 16:42
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang hari ini, Rabu (1/4/2026). IHSG ditutup naik nyaris 2% atau 136,22 poin ke level 7.184,44. 

Sebanyak 494 saham naik, 224 turun, dan 240 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini mulai ramai, meskipun masih belum menyamai rata-rata nilai transaksi harian pada awal tahun. 

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,44 triliun, melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 12.650 triliun. 

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau. Utilitas, bahan baku, dan konsumer non-primer memimpin penguatan, dengan masing-masing naik 4%, 3,66%, dan 3,09%.

Sejumlah saham konglomerat menopang IHSG. Impack Pratama (IMPC) yang naik 21,6% dan berkontribusi 10,17 poin menjadi saham dengan bobot terbesar. 

Kemudian diikuti oleh Telkom (TLKM) yang menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin. 

Di kawasan, bursa Asia-Pasifik juga kompak menguat. Kospi di Korea Selatan terbang 8,44% dan Nikkei di Jepang melesat 5,24%. Kemudian ASX200 di Australia naik 2,24% dan Hang Seng naik 2,04%. 

Tekanan pasar hari ini mereda seiring dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa perang dengan Iran mungkin akan berakhir dalam dua atau tiga minggu. Ia pun mengatakan menjadi tanggung jawab negara lain untuk mengamankan jalur pelayaran minyak Selat Hormuz yang vital.

Trump yang berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, mengatakan Amerika akan meninggalkan Iran "segera", mungkin dalam "dua minggu, mungkin tiga minggu". "Tapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini," tegasnya.

"Kami ingin menghancurkan setiap hal yang mereka miliki," kata Trump sebelum menambahkan bahwa "ada kemungkinan kita akan membuat kesepakatan sebelum itu".

Selain itu, Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Trump akan berpidato kepada bangsa pada pukul 21.00 hari Rabu "untuk memberikan pembaruan penting tentang Iran".

Akan tetapi perlu diketahui bahwa Trump sebelumnya telah berubah-ubah pendirian mengenai apakah Washington berencana untuk meningkatkan perang yang telah mengacaukan ekonomi dunia, dengan menyebut mungkin mengerahkan pasukan darat Amerika atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran.

Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bertukar pesan dengan Amerika Serikat (AS), baik secara langsung maupun melalui negara-negara di kawasan, di tengah perang AS-Israel yang terus berlangsung terhadap Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu, (01/04/2026), Araghchi menegaskan bahwa adanya kontak dengan AS tersebut bukan berarti Teheran sedang melakukan negosiasi formal dengan Washington.

"Saya menerima pesan dari utusan khusus AS Steve Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya, dan ini tidak berarti kami sedang dalam negosiasi," kata Araghchi.

Dari dalam negeri, pemerintah telah mengumumkan kebijakan untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah. Sebagaimana diketahui perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah membuat gejolak harga energi dunia.

Di antaranya adalah pemberlakuan work from home atau WFH satu kali dalam sepekan untuk ASN, yakni hari Jumat, penghematan BBM, refocusing anggaran serta perubahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan delapan poin kebijakan ini merupakan langkah mitigasi terhadap dinamika global sekaligus momentum langkah transformasi dan perubahan.

"Program kebijakan ini disebut dengan 8 Butir Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi Pemerintah," ucap Airlangga saat konferensi pers secara live dari Seoul pada Selasa (30/3/2026).

Kendati demikian, pasar juga masih dibayangi tantangan dari sektor energi. Pemerintah memang memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum naik per 1 April 2026 dan pasokan energi domestik tetap aman, tetapi gejolak harga energi global akibat perang di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026.

"Terkait dengan urusan BBM Pertadex atau solar kualitas tinggi belum ada penyesuaian harga dan apa yang disampaikan Mensesneg itu sama tidak kurang dan tidak lebih. Tentu dengan fluktuasi harga dunia kami juga akan kaji sesuai perkembangan dunia," kata Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan pasokan energi domestik masih dalam kondisi aman. Dia menyebut cadangan BBM, baik solar, bensin, avtur, maupun LPG, saat ini berada di atas standar minimum nasional.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Sesi 2 Ditutup Melemah Tipis 0,07% ke 8.414


Most Popular
Features