Perang Iran-AS Bikin Industri Semen RI Makin Berat

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 01/04/2026 15:25 WIB
Foto: dok Semen Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia — Konflik antar negara di Timur Tengah juga mengganggu industri semen. Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Indriefouny Indra mengatakan, geopolitik di Timur Tengah membuat harga semen di pasaran naik.

Ia menjelaskan, kenaikan harga batu bara yang mempengaruhi biaya logistik atau freight juga turut berdampak pada biaya produksi perseroan. Hal itu turut menambah beban, selain permintaan semen dalam negeri yang juga masih lesu.

"Harga pokok produksi mengalami kenaikan karena kenaikan dari harga batu bara dan freight," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (1/4/2026).


Indriefouny memaparkan, biaya energi menjadi komponen terbesar dalam produksi semen, dengan porsi lebih dari 50%. Sementara, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sejumlah tambang batu bara belum mendapatkan persetujuan sehingga memengaruhi pasokan energi.

Tantangan industri semen lainnya juga karena adanya gangguan pada jalur pelayaran internasional yang dapat menghambat impor suku cadang mesin pabrik yang spesifik dari Eropa/Amerika.

"Karena pasokan dari satu-satunya perusahaan pertrochemical di Indonesia Chandra Asri menyatakan force majeur, jadi tidak ada sumbernya," katanya.

Ia menambahkan, meskipun demikian, perusahaan menegaskan akan terus melakukan upaya lain dalam meredam pelemahan permintaan dalam negeri, yaitu dengan meningkatkan ekspor.

"Kami sudah, untuk menyiasati kekurangan kebutuhan domestik, kami meningkatkan ekspor," tutupnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Meroket Lebih 38% hingga IHSG & Rupiah Rontok Lagi