Iran Ancam AS, 18 Perusahaan Teknologi Raksasa Ini Bakal Jadi Target
Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah masih berlangsung. Terbaru, Garda Revolusi Iran (IRGC) memberikan ancaman pada Amerika Serikat (AS) yang ditargetkan kepada 18 perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS).
Mengutip akun sosial media X milik The Kobeissi Letter, target 18 perusahaan milik AS tersebut akan diserang jika negara Paman Sam terus mengincar para pemimpin Iran.
"Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan menargetkan 18 perusahaan teknologi AS jika AS terus melakukan "pembunuhan terarah" terhadap para pemimpin Iran, mulai 1 April," dikutip, Rabu (1/4/2026).
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa dihentikan dalam waktu relatif dekat, menandai indikasi paling jelas sejauh ini bahwa konflik yang telah berlangsung selama sebulan mungkin telah memasuki fase akhir.
"Kami akan segera pergi," ujarnya, Selasa (31/3/2026) waktu setempat. Ia menambahkan bahwa penarikan dapat terjadi "dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga."
Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling tegas dari Trump bahwa ia berniat mengakhiri perang yang selama satu bulan terakhir telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah, mengguncang pasar energi global, serta memengaruhi arah kepresidenannya sebagai kandidat dari Partai Republik.
Trump juga menegaskan bahwa penghentian operasi militer tidak harus bergantung pada tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran. Ketika ditanya apakah keberhasilan diplomasi menjadi syarat utama penghentian konflik, ia menjawab tegas.
"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," katanya. "Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya."
Sebaliknya, Trump menyatakan bahwa syarat utama bagi Washington untuk mengakhiri kampanye militer adalah melemahkan kemampuan Iran secara signifikan, terutama terkait potensi pengembangan senjata nuklir.
Menurutnya, Iran harus "dimasukkan ke zaman batu," sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk segera memperoleh senjata nuklir. "Kemudian kami akan pergi," kata Trump.
Sementara itu, nada sedikit berbeda diungkapkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyatakan bahwa konflik bisa meningkat tajam jika Teheran tidak menyepakati kesepakatan damai.
"Kami memiliki makin banyak opsi, dan mereka memiliki semakin sedikit. Hanya dalam satu bulan kami menetapkan syarat, beberapa hari ke depan akan menjadi penentu," kata Hegseth di Washington.
"Iran mengetahui itu, dan hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer mengenai hal itu," imbuhnya.
Adapun 18 perusahaan raksasa teknologi AS yang menjadi target adalah:
1. Cisco
2. HP
3. Intel
4. Oracle
5. Microsoft
6. Apple
7. Google
8. Meta
9. IBM
10. Dell
11. Palantir
12. Nvidia
13. J.P. Morgan
14. Tesla
15. General Electric
16. Spire Solutions
17. G42
18. Boeing
Â
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]