MARKET DATA

Bos Bank Mega Ungkap Target Kinerja 2026: Jaga Likuiditas yang Utama

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
01 April 2026 07:30
RUPS PT Bank MEGA. (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Foto: RUPS PT Bank MEGA. (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mega Tbk. (MEGA) menetapkan target kinerja untuk tahun buku 2026 dengan optimisme yang terukur. Bank papan tengah itu menargetkan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun.

Pada fungsi intermediasi, Bank Mega membidik total kredit mencapai Rp74 triliun. Kemudian pada pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) di sebesar Rp111 triliun, serta total aset ditargetkan tumbuh menjadi Rp149 triliun.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib membeberkan strategi yang akan dilakukan untuk mencapai Rencana Bisnis Bank tersebut, antara lain menjaga stabiltas likuiditas dengan mendorong pertumbuhan dana murah.

Dalam hal ini, ia mengungkapkan bahwa rasio perbandingan pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit (LDR) ratio dijaga di kisaran 70%, di bawah ketentuan Bank Indonesia (BI). Meskipun keputusan itu akan dikenakan denda giro wajib minimum (GWM), Kostaman menyebut pertimbangan menjaga likuiditas lebih penting.

"Bagi Bank Mega menjaga likuiditas itu, kita merasa jauh lebih penting. Terutama kalau terjadi krisis. Pengalaman kita kalau terjadi krisis itu uang yang ditarik customer itu sekitar 30% dari uang yang ada di bank. Oleh karena itu Bank Mega selalu menjaga policy likuiditas kita di itu," tegas Kostaman saat ditemui di Auditorium Bank Mega, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, keputusan berhati-hati menyalurkan kredit sembari mengalokasikan dana di instrumen-instrumen berharga bukan berarti tidak efisien. Kostaman merujuk pada kondisi margin bunga bersih (NIM) dan demand kredit industri perbankan RI yang kian menurun.

Walau demikian, Bank Mega tetap fokus menjalankan fungsi intermediasinya dengan strategi peningkatan volume kredit wholesales melalui bilateral dan sindikasi serta akselerasi pertumbuhan Kartu Kredit.

"Tentu tetap fokus utama bank adalah intermediasi kita memberikan kredit. Tetapi kalau belum tersalurkan ya kita tempatin di instrumen-instrumen yang menguntungkan. Ya secara umum permintaan kredit belum terlalu besar," ujar Kostaman.

Lantas, ia menyebut strategi Bank Mega lainnya adalah investasi aset treasury dengan optimal.

Selanjutnya, bank itu juga akan memperkuat peran cabang sebagai penggerak utama pertumbuhan bisnis. Strategi terakhir yang diusung adalah, menciptakan pertumbuhan profit yang berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36 triliun. Perolehan laba Bank Mega dikontribusikan melalui kenaikan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 Triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 Triliun.

Pencapaian ini menempatkan Bank Mega masuk ke dalam jajaran 10 besar di industri dari sisi pendapatan laba.

Bank Mega juga menunjukkan pertumbuhan yang positif dari sisi asset, dimana total aset pada akhir tahun tercatat mencapai Rp140,83 triliun, meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada penyaluran kredit, Bank Mega tetap fokus pada segmen korporasi. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 4% menjadi Rp67,23 triliun. Kualitas kredit juga tetap terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan sebesar 14% menjadi Rp104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh Deposito, namun saldo CASA meningkat sebesar 2% dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp28,14 triliun.

Fundamental keuangan Bank Mega juga tetap kuat. Hal ini tercermin dari rasio permodalan (CAR) yang berada di level 30,49% serta kebijakan Bank untuk LDR pada level kisaran 70%.

Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kinerja yang solid, antara lain Return on Assets (ROA) sebesar 3,10%, Return on Equity (ROE) sebesar 15,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,18%, serta rasio efisiensi BOPO sebesar 69,12%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba Bank Mandiri November 2025 Naik 28,7% Mtm Gara-Gara Ini


Most Popular
Features