Bos SIDO Tanggapi Konten Negatif yang Muncul di Media Sosial
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat memilih mengambil langkah berbeda dalam menyikapi serangan terhadap produknya di media sosial. Alih-alih membawa kasus ke ranah hukum, Irwan melakukan pendekatan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan yang dinilai merugikan citra perusahaan tersebut.
Dia mengungkapkan, setiap kali muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya terlebih dahulu menelusuri sumber dan motif di balik postingan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah unggahan tersebut merupakan bagian dari kampanye buzzer atau sekadar aksi individu.
"Setelah ditelusuri, orang-orang yang mem-posting negatif tentang Sido Muncul itu hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya," ujar Irwan dikutip dari keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Dari hasil penelusuran dan netizen yang ditemuinya, Irwan menegaskan semua netizen yang mengunggah negatif tentang Sido Muncul bukanlah pihak yang memiliki kepentingan tertentu, melainkan hanya mencari perhatian atau popularitas di media sosial.
"Mereka mem-posting negatif produk Tolak Angin, tapi ketika saya tanya, ternyata mereka juga mengonsumsi Tolak Angin dan alasan ikut mem-posting yang negatif karena ingin tenar. Itu saja. Tak ada motif lain," tandas Irwan.
Lebih jauh Irwan mengatakan fenomena ini menunjukkan rendahnya kesadaran akan dampak informasi yang disebarkan di ruang digital.
"Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingannya," katanya.
Meski berpotensi merugikan perusahaan, Irwan menilai membawa kasus tersebut ke jalur hukum bukanlah solusi terbaik. Namun dia memilih untuk melakukan komunikasi langsung dengan pihak yang bersangkutan, termasuk meminta klarifikasi dan mengedukasi mereka. Pendekatan ini dinilai lebih efektif sekaligus humanis, mengingat pelaku tidak memiliki niat jahat.
"Malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah," ungkapnya.
Irwan pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat memberikan informasi terkait produk atau perusahaan. Dia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya ke publik.
"Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus," tegasnya.
(rah/rah) Add
source on Google